BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Pangdam IV : Babinsa Harus Menjadi Contoh Kemanungalan TNI-Rakyat
Pangdam IV : Babinsa Harus Menjadi Contoh Kemanungalan TNI-Rakyat

Pangdam IV : Babinsa Harus Menjadi Contoh Kemanungalan TNI-Rakyat

Bertempat di Markas Kodim 0725/Sragen, sebanyak 404 anggota TNI dan ASN Kodim 0725/Ssragen menerima pengarahan dari Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., Kamis (18/1/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam IV/Diponegoro didampingi para Asisten Kasdam IV/Diponegoro dan Kabalakdam. Turut hadir Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV/Diponegoro Ny. Iir Wuryanto beserta para pengurus Persit.

Pangdam dihadapan para prajurit dan ASN menyampaikan ucapan terima kasih dari Panglima TNI dan Kasad, karena menurut hasil surve TNI mendapakan kepercayaan hingg 94 % dan menjadi lembaga paling dipercaya oleh masyarakat.

Tapi kalian jangan bangga dengan nilai ini, karena pimpinan TNI lebih bangga jika lembaga lembaga lain juga mendapat kepercayaan yang sama dari masyarakat.

Satu hal yang perlu disadari oleh para prajurit kenapa TNI mendapat kepercayaan 94 %, karena kita selalu manunggal dengan rakyat.

“Semua hasil yang dicapai ini ada hasil jerih payah kalian, para Danramil dan Babinsa yang selalu bersentuhan dengan rakyat”, terang Pangdam.

Saya menginginkan sebagai Babinsa harus bisa menjadi contoh dalam kemanunggalan dengan rakyat.

Ditegaskan Pangdam, bahwa Babinsa, Prajurit teritorial adalah prajurit yang paling ditakuti negara luar, karena kemanunggalan Babinsa dengan rakyat merupakan kekuatan yang sangat besar. Jangan mengecilkan diri kalian sendiri, kalian harus percaya diri untuk semangat mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“Ingat sejarah, kemerdekaan ini ada dari rakyat bukan dari TNI, TNI itu lahir dari rakyat, dan ibu kandung kita adalah rakyat”, tegas Pangdam.

Disisi lain Pangdam mengingatkan, bahwa memasuki tahun politik 2018 dan 2019, kita sudah berkotmitmen bahwa TNI netral. Dan saya percaya bahwa prajurit Kodam IV/Diponegoro pasti netral.

Kepercayaan ini jangan sampai disalah gunakan. Kita sebagai anggota TNI harus waspada karena ditahun ini banyak mantan anggota anggota TNI ikut mencalonkan diri sebagai peserta Pemilu.

“Ingat kita harus tetap netral jangan terpengaruh oleh itu.

Tidak ada prajurit yg berkhianat atau tidak tahu jadi kita harus tetap waspada dalam situasi ini”, tambah Pangdam.

Diakhir penyampaian, Pangdam berpesan bahwa dalam proses Pilkada selain netralitas, para prajurit berperan dalam menjaga keamanan sehingga Pemilu dapat berjalan dengan aman dan sukses.

Tak hanya itu, Pangdam berharap agar para Dandim dan pejabat terkait dapat memetakan daerah rawan konflik selama proses sebelum, saat pelaksanaan dan sesudah proses Pemilu sehingga dapat mengambil langkah dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi.