Kebahagiaan Akan Dapat Tercapai Dengan Jalan Menghilangsirnakan Segala Perintang, Penghalang Kemajuan Nusa Dan Bangsa

 






















Sejarah Singkat Kodam IV/Diponegoro

 

Pengabdian Kodam IV/Diponegoro

Sepanjang perjalanan sejarahnya, Kodam IV/Diponegoro telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya dalam rangka mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia antara lain :

  1. Mengusir penjajah Belanda yang melancarkan Agresi Militer I dan II, dilanjutkan dengan menumpas pemberontakan RMS, APRA dan Andi Azis. Kemudian mengusir sisa‑sisa kolonialisme Belanda di Irian Jaya melalui perjuangan Trikora dan sampai sekarang melaksanakan tugas operasi pemulihan keamanan untuk menghancurkan sisa GPK di Irian Jaya.
  2. Menumpas pemberontakan DI/TII dan sparatis PRRI/Permesta yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain yang berhalauan kanan.
  3. Menumpas pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 dan G.30.S/PKI tahun 1965 yang berusaha mengganti Pancasila dengan ideologi lain yang berhalauan kiri.
  4. Melaksanakan tugas operasi pemulihan keamanan di Timor-Timur sejak bulan Juni 1976 hingga tahun 1999.
  5. Dalam rangka mengemban tugas Dharma Nasional, prajurit Kodam IV/ Diponegoro melaksanakan pengamanan Pemilu.
  6. Dalam era pembangunan untuk mengisi kemerdekaan, prajurit Kodam IV/ Diponegoro melaksanakan Operasi Bhakti ABRI Manunggal Sosial Sejahtera (MSS) dan melaksanakan Program Manunggal ABRI Masuk Desa (AMD) yang sekarang telah berganti nama menjadi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Disamping itu prajurit‑prajurit Kodam IV/Diponegoro juga ikut serta dalam tugas sebagai pemelihara perdamaian dunia yang tergabung dalam kontingen Garuda ke Kongo, Mesir, Vietnam Selatan dan Timur Tengah. Atas keberhasilan Kodam IV/Diponegoro dalam mengemban tugas nasional, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 055/TK/1968 tanggal 17 Desember 1968, Kodam IV/Diponegoro menerima Tanda kehormatan "SAMKARYA NUGRAHA".