BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Babinsa Losari Ajarkan Ibu-Ibu PKK Membuat Kreasi Dari Plastik Bekas
Babinsa Losari Ajarkan Ibu-Ibu PKK Membuat Kreasi Dari Plastik Bekas

Babinsa Losari Ajarkan Ibu-Ibu PKK Membuat Kreasi Dari Plastik Bekas

MAGELANG – Bangkus plastik bekas mie instan dan minuman siap saji yang biasanya dibuang ke tempat sampah, ternyata dapat di sulap menjadi sebuah kerajinan dompet, tas dan tikar cantik dalam kegiatan pembelajaran berbasis pemberdayaan ketrampilan, sehingga membuat keseruan bagi ibu-ibu anggota PKK Desa Losari Kecamatan Pakis, yang hadir saat itu tidak kurang dari 40 orang. Pembelajaran ketrampilan tersebut berlangsung di Balai Desa Losari, dengan sang pelatih Sertu Bambang Setijawan, yang tidak lain adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Losari, Titik Nani Sumarni, Senin sore (16/09/2019) kemarin, menambah suasana semakin hangat.

Sore itu ibu-ibu PKK nampak begitu asyiknya dengan seksama memperhatikan apa yang di praktekan oleh Babinsa Sertu Bambang Setijawan, baik mulai dari cara memilin plastik bekas bungkus sabun deterjen, hingga cara merangkainya dengan menjahit hingga menjadi sebuah tas cantik. Tahap demi tahap tak satupun yang terlewatkan dari perhatian para peserta.

Dalam kegiatan ini Babinsa memberikan contoh praktek langsung dengan disertai penjelasan, sehingga dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh para peserta. Selanjutnya secara bersama-sama ibu-ibu PKK mempraktekan apa yang sudah diajarkan oleh Babinsa, dengan dibimbing serta dipandu langsung oleh sang guru Sertu Bambang.

Salah seorang peserta, Fitria (39) mengungkapkan bahwa pembelajaran ketrampilan ini merupakan ilmu baru dan gagasan yang dapat menambah ketrampilan bagi kalangan ibu-ibu PKK Desa Losari.

”Kegiatan belajar ketrampilan memanfaatkan barang bekas seperti ini sangat bermanfaat sekali bagi kami, sehingga kami dapat memanfaatkan berbagai bungkus plastik mie instan bekas dan minuman siap saji yang dapat dibuat menjadi tas, dompet dan tikar cantik yang bernilai ekonomis,”ungkap Fitria.

Siti Badriyah (42) yang juga pengurus PKK Desa Losari menyampaikan, Kegiatan ini dapat melatih kerjasama, komitmen, komunikasi tim serta kejelian anggota PKK sebagai bekal ketrampilan dalam mendaur ulang barang bekas dimasa kini dan masa yang akan datang.

Kader PKK lain yang bernama Nurul, terlihat asyik menganyam plastik bekas bungkus mie instan. Ketika sudah menjadi sebuah tas cantik berteriak “asyik” dan menulis di buku catatanya.

”Seru banget, pertama kali saya mengunakan plastik bekas mie instan di linting, lalu kita anyam. Apalagi setelah jadi tas yang keren,” katanya dengan penuh senyum dan riang gembira.

Kepala Desa Losari, Titik Nani Sumarni (46) yang akrab disapa Bu Titik ini mengungkapkan jika setiap orang bisa memanfaatkan sampah-sampah tersebut menjadi beragam produk kerajinan. Kita mengenal 3 R, yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), Recycle (Mendaur Ulang).

Kegiatan ketrampilan ini mendukung sekali bagi ibu-ibu PKK atas bimbingan dari Babinsa, menjadikan warga Desa Losari sebagai masyarakat yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

“Setiap aktivitas yang di lakukan selalu menghasilkan sampah. Sampah yang menumpuk menimbulkan berbagai masalah. Sampah menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. Sampah plastik perlu didaur ulang karena yang paling mudah dimanfaatkan dan banyak dipergunakan masyrakat,” jelas Titik.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer