BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Cegah Munculnya Komunis dan Paham Radikal Lainya
Cegah Munculnya Komunis dan Paham Radikal Lainya

Cegah Munculnya Komunis dan Paham Radikal Lainya

GROBOGAN– Guna mencegah munculnya paham komunis maupun paham radikal lainya, Kodim 0717/Purwodadi melaksnakan kegiatan pembinaan dan antisipasi Balatkom (bahaya laten komunis) dan paham radikal tahun 2019 yang diikuti oleh 100 orang terdiri dari Prajurit/PNS TNI, Persit, LVRI, PPAD, Ormas FKPPI dan PPM bertempat di Aula Makodim Jl. Suhada No. 2, Purwodadi, Kab. Grobogan, Selasa(8/10).

Acara tersebut dengan mengusung tema “Melalui pembinaan antisipasi Balatkom dan paham radikal, Prajurit TNI AD senantiasa  waspada dan mampu mengambil langkah dan yang tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari bentuk ancaman terutama bangkitnya kembali bahaya leten komunis dan paham radikal”.

Adapun materi yang disajikan adalah, perkembangan sejarah dan tindakan terhadap partai Komunis di Indonesia, bangkitnya kembali komunis dan strategi dan cara menghadapinya, perkembangan radikal di Indonesia, pengawasan kelompok radikal serta sikap, langkah dan tindakan Prajurit TNI AD terhadap Komunisme dan paham radikal.

Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta membuka acara tersebut dan menyampaikan sambutan, Komunis merupakan bahya laten, yang artinya adalah akan selalu ada dan akan selalu timbul dengan bergbagai bentuk atau yang dikenal KGB (komunis gaya baru).

“Untuk itu, hadirin diminta agar terus waspada mencermati perkembangan dan dinamikanya. paham ini juga ada yang dianut oleh negara-negara Asia, contohnya vietnam RRC, Korut, dan Kamboja,”tutup Dandim.

Pasiops Kapten Arh Andi Aan Kunaefi, S. S.T. Han, ST. sebagai pemateri bahaya laten Komunis mengatakan, paham komunis saat ini belum hilang dari muka bumi, mereka selalu bergerak tanpa disadari oleh kebanyakan orang dan kini sudah mulai berani terang – terangan dalam menyampaikan dendam sakit hatinya akibat perlakuan yang pernah diterima dera orde baru.

“Saat ini mereka berusaha memutar balikan fakta sejarah yang ada, dengan membuat buku-buku untuk di edarkan di sekolah maupun kalangan masyarakat dan mereka berusaha masuk keberbagai Institusi,” ujarnya.

Kapten Andi Aan menekankan, “Perlu di ketahui semuannya, kemungkinan paham Komunis saat ini sudah bergerak  melalui underground (dalam tanah) sehingga kita perlu waspada, agar sejarah kelam dimasa lampau tidak terulang kembali,” tandasnya.

Sebagai pemateri  paham radikal, Pasi Intel Kapten Inf Miltom Simamora megatakan, radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi masalah penting bagi umat Islam Indonesia dewasa ini.

“Dua isu itu telah menyebabkan Islam dicap sebagai agama teror dan umat Islam dianggap menyukai jalan kekerasan suci untuk menyebarkan agamanya. Sekalipun anggapan itu mudah dimentahkan, namun fakta bahwa pelaku teror di Indonesia adalah seorang Muslim garis keras sangat membebani psikologi umat Islam secara keseluruhan,” ujarnya.

Berbagai aksi radikalisme terhadap generasi muda kembali menjadi perhatian serius oleh banyak kalangan di tanah air. Bahkan, serangkaian aksi para pelaku dan simpatisan pendukung, baik aktif maupun pasif, banyak berasal dari berbagai kalangan.

“Dalam konstelasi politik di Indonesia, masalah radikalisme Islam telah makin membesar karena pendukungnya juga semakin meningkat. Akan tetapi, gerakan radikal ini kadang berbeda pandangan serta tujuan, sehingga tidak memiliki pola yang seragam,”pungkasnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer