BERITA TERBARU
Home / Persit / Ibu Persit KCK Cab XXXIV Kodim 0734/Yogyakarta Berkunjung Ke Musium Batik Jogja
Ibu Persit KCK Cab XXXIV Kodim 0734/Yogyakarta Berkunjung Ke Musium Batik Jogja

Ibu Persit KCK Cab XXXIV Kodim 0734/Yogyakarta Berkunjung Ke Musium Batik Jogja

Batik merupakan warisan dan sejarah hasil karya tangan kreatif Indonesia, pada 2 Oktober 2009 Batik dikukuhkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO di Abu Dhabi. Museum Batik Yogyakarta didirikan oleh Swasta dan diresmikan pada 12 Mei 1977 oleh Kanwil P dan K Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai warga Jogja Ibu Komandan Kodim 0734/Yogyakarta menyempatkan diri bersama rombongan mengunjungi Museum Batik Yogyakarta yang berada didaerah Jalan Soetomo no. 13A, Rt 049/ RW 12, Kecamatan Danurejan Yogyakarta. (18/09).

Sampai sekarang Museum Batik Yogyakarta ini menyimpan sekitar 1.200 koleksi Batik, terdiri dari 500 lembar kain Batik Tulis, 560 Batik Cap, 124 Canting, 35 Wajan dan bahan pewarnaan termasuk malam. Sambil berwisata ditempat ini kitra dapat pelajaran tentang proses membatik, alat dan bahan yang digunakan sampai arti dari motif- motif batik.

Batik yang dipamerkan tidak hanya Batik Yogyakarta, di museum ini juga terdapat Batik Solo, Batik Pekalongan, Batik Banyumas, dan Batik Klaten. Koleksi Batik tertua yang dimiliki museum ini adalah batik yang dibuat pada tahun 1840, sedangkan koleksi yang terkenal di museum ini adalah Kain Panjang Soga Jawa(1950-1960), Sarung Isen- isen (1880-1890) buatan EV. Zeuylen dari Pekalongan, dan sarung Soga Lengan Panjang (1920-1930) buatan Ny. Lie djing Kiem dari Yogyakarta sendiri.

“Disini untuk koleksi sulaman, merupakan hasil karya pemilik museum ini sendiri, sulaman itu berbentuk gambar tokoh-tokoh Indonesia seperti Sukarno, Suharto, Megawati, Sultan Hamengku Buwono IX , Pangeran Diponegoro dan masih banyak yamg lainnya. Bagi wisata yang berminat lansung belajar membatik, di Musium ini bisa langsung mencoba belajar membatik sendiri,” ungkap mbak Dina yang merupakan pemandu Musium..

Berbagai Penghargaan Muncul untuk Museum Batik yang pertama kali di Yogyakarta ini. Museum ini beberapa kali memenangkan penghargaan dari MURI. Penghargaan yang didapat pertama kali adalah Sulaman Terbesar Batik dengan ukuran 90×400 meter persegi pada tahun 2000. Selanjutnya pada tahun 2001 museum ini juga dapat penghargaan dari MURI sebagai pelopor Museum Sulaman pertama di Indonesia.