BERITA TERBARU
Home / Berita Utama / Isra’ Mi’raj Mantapkan Keimanan Dan Ketakwaan Prajurit Guna Mendukung Tugas Pokok
Isra’ Mi’raj Mantapkan Keimanan Dan Ketakwaan Prajurit Guna Mendukung Tugas Pokok

Isra’ Mi’raj Mantapkan Keimanan Dan Ketakwaan Prajurit Guna Mendukung Tugas Pokok

Segenap prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro mengikuti pembinaan rohani dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H/2019 M yang berlangsung di masjid Al Firdaus, komplek Makodam IV/Diponegoro (18/3).

Peringatan Isra’ Mi’raj dengan mengangkat tema “Dengan Hikmah Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Kita Mantapkan Keimanan dan Ketakwaan Kepada Allah SWT Guna Mendukung Tugas Pokok TNI” ini dihadiri Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, dan para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Isra’ Miraj’ merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat muslim. Hakikat peringatan Isra’ Mi’raj yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW mendapat perintah melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam harus dimaknai sebagai bentuk keimanan kita terhadap Allah SWT.

Dijelaskan, dengan mendirikan shalat akan memperkokoh iman dan takwa kita kepada Allah SWT, yang pada akhirnya dapat diimplementasikan kedalam kehidupan sehari-hari.

“Shalat dapat meningkatkan keimanan dan melatih disiplin karena shalat mengajak kita untuk tepat waktu, melatih kita untuk loyal dengan mengikuti Imam serta akan menjadikan kekuatan sebagai prajurit yang hebat dan profesional karena beriman dan takwa”, ungkap Pangdam.

Mayjen TNI Mochamad Effendi berharap dengan peringatan Isra’ Mi’raj ini, para Prajurit dan PNS dapat semakin memantapkan keimanan dan ketakwaan kita sebagai Hamba Allah SWT, membangun loyalitas, keikhlasan, disiplin dan profesionalitas sebagai Prajurit dan PNS untuk bisa berbuat yang terbaik dalam rangka mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sementara itu KH. Drs. Fahrurozi, M.Ag, selaku penceramah menyampaikan bahwa melalui peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah dhalat lima waktu.

Perintah salat dalam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad kemudian menjadi ibadah bagi setiap umat Islam. Perintah salat mengajarkan kepada umat muslim pada kejujuran, kedisiplinan dan kesabaran. Selain itu, salat juga menebarkan kedamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

“Bagaimana kita harus selalu jujur dalam setiap melaksanakan tugas, mengajarkan kedisiplinan yaitu kedisiplinan dalam bertugas, kedisiplinan dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai masyarakat. Kesabaran bila mendapatkan musibah, kesabaran dalam berkarier dan kesabaran mendapatkan rejeki seseorang,” katanya.

Selain itu, dengan peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut juga kita dapat meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW dan selanjutnya diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang sederhana dan memiliki loyalitas yang tinggi. Tak hanya itu, sosok pendamping Nabi yang bernama Siti Khodijah adalah seorang perempuan yang patuh dan taat serta setia mendampingi Nabi dimanapun berada. Siti Khodijah juga merupakan seorang wanita yang selalu bisa menjadi teman saat suaminya bahagia. Bisa menjadi penghibur disaat sang suami bersedih dan mampu menjadi penenang hati suami. Kehadirannya dalam kehidupan Nabi, dengan ketaatan dan kesetiaannya mampu menguatkan perjuangan suami.

Tak hanya itu, walaupun Siti Khodijah seorang yang kaya raya namun tidak pernah sombong. Siti Khodijah tidak sungkan menghabiskan kekayaannya yang dimiliki untuk perjuangan Rasul.

Oleh sebab itu, Khadijah selalu ada di hati Rasulullah. Disaat Rasul menghadapi berbagai rintangan dalam berdakwah tidak pernah Khadijah sekalipun berpaling. Bahkan untuk mengecewakan hati Rasul saja, sekali pun tidak pernah.

Ditambahkan, bahwa rumah tangga Rasul yang dibangun bersama Khadijah adalah rumah tangga yang dipenuhi dengan perjuangan dan pengorbanan. Dinamika dakwah benar-benar hidup di dalamnya. Maka, wajar ketika ditinggal wafat Siti Khadijah, maka Rasul mengalami kesedihan yang sangat mendalam.

Dari kisah perjalanan Nabi Muhammad bersama Siti Khadijah, maka KH. Drs. Fahrurozi, M.Ag, mengajak kepada para prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga dengan tetap loyal dan setia mendampingi suami/isteri dimanapun bertugas karena pendamping hidup akan memberikan kekuatan dalam kehidupan rumah tangga.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer