BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Permiladas Bagaikan Mahkota Bagi Prajurit TNI
Permiladas Bagaikan Mahkota Bagi Prajurit TNI

Permiladas Bagaikan Mahkota Bagi Prajurit TNI

GROBOGAN–  Dalam rangka mengisi kegiatan minggu militer, Kodim 0717/Purwodadi melaksanakan latihan Permildas (Peraturan Militer Dasar) yang diikuti ratusan orang Prajurit bertempat di lapangan apel Makodim Jl. Suhada No. 2, Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Senin(22/10)

Permildas bagaikan mahkota bagi seorang Prajurit TNI, karena didalamnya terdapat atauran-aturan yang tidak boleh dilupakan maupun ditinggalkan seorang Prajurit TNI diantaranya, peraturan baris-berbaris (PBB), peraturan penghormatan militer (PPM), peraturan urusan dalam (PUDD), peraturan disiplin tentara (PDT) dan peraturan dinas garnisun (PDG) namun kali ini mengulas pelajaran tentang PDT dan PDG.

Pasiops Kapten Inf Susilo Bimo P mengatakan bahwa kegiatan Minggu Militer yang dilaksanakan setiap bulan di minggu terakhir merupakan kegiatan program kerja bidang latihan sebagai sarana untuk back to basic prajurit dalam memelihara kemampuan dasar-dasar militer keprajuritan. ‘’Diharapkan dengan melalui kegiatan ini dapat melatih serta membina dan meningkatkan disiplin prajurit baik perorangan maupun tingkat satuan sehingga terbentuk prajurit yang profesional dan displin serta siap dalam mengemban tugas pembinaan di wilayah binaannya,” tuturnya.

“Setiap prajurit TNI tidak terkecuali prajurit yang berada di satuan kewilayahan harus memahami peraturan militer dasar, materi ini mutlak dijiwai oleh seluruh prajurit, walaupun kita sudah menjadi organik Kodim 0717/Purwodadi tidak ada alasan yang membenarkan kalau Permildas mulai dilupakan” tegas Pasiops.

“Bayangkan saja bila seorang prajurit tidak menjiwai peraturan militer dasar, maka timbullah suatu fenomena baru yang menggambarkan bahwa prajurit militer tidak ada bedanya dengan masyarakat pada umumnya. Sedangkan mahkotanya prajurit adalah disiplin dan loyal, bagaimana seseorang itu akan loyal terhadap pimpinannya bila Permildas saja tidak dijiwai” pungkas Kapten Inf Susilo Bimo Prasetyo.