Kebahagiaan Akan Dapat Tercapai Dengan Jalan Menghilangsirnakan Segala Perintang, Penghalang Kemajuan Nusa Dan Bangsa

 






















BERITA

 

550 Calon Secaba PK Di Seleksi

Oleh : Pendam IV/Diponegoro
19-Oktober-2010, 08:43:15 WIB - [kodam4.mil.id]

Kodam IV/Diponegoro adakan Sidang Panitia Pemilihan Daerah Penerimaan Bintara PK TNI AD TA. 2010 terhadap 550 orang seleksi terdiri dari : 493 pria dan 47 wanita di Aula Makodam IV/Diponegoro (18/10).

            Buktikan bahwa, TNI adalah milik masyarakat dan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk masuk sebagai TNI. Kedepankan kejujuran, kebenaran dan keadilan dalam memberikan penilaian terhadap calon yang akan dipilih. Jangan melakukan kesalahan sekecil apapun, karena masa depan TNI sangat ditentukan oleh aspek kejujuran dalam kegiatan perekrutan.

            Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono menegaskan hal tersebut dalam Acara Sidang Panitia Pemilihan Daerah Penerimaan Bintara PK TNI AD TA. 2010 didepan para calon seleksi Secaba PK serta Tim Peninjau Pusat yang dikatuai Letkol Inf Hendra Sutaryo Pabandya Lurjahril Spesad. Kasdam IV/Diponegoro, Irdam, Danrindam, Asintel, Aspers, Kakesdam, Kaajendam dan Kajasdam IV/Diponegoro serta Pakor Kowad.
            Para calon seleksi yang lolos yang sesuai dan memenuhi syarat prosedurnya kelak akan menjadi prjurit-prajurit yang handal dan membanggakan. Namun apabila lolosnya calon peserta karena banyaknya manipulasi data, maka mereka nantinya tidak akan mampu menjadi prajurut yang profesional. Sehingga prajurit seperti ini cenderung melakukan pelanggaran, tegasnya.
            Bangunlah TNI dengan SDM prajurit yang handal dan dapat dipertanggungjawabkan. Berkomitmen untuk mewujudkan postur prajurit yang mampu membawa citranya sehingga dicintai oleh rakyatnya. Oleh sebab itu, semua angota tim, benar-benar bertindak profesional, obyektif dan trasparansi dalam memberikan penilaiannya, harap Pangdam.
            Pada kesempatan lain pangdam menyampaikan, salah satu faktor yang cukup menodai citra dan nama baik TNI dimata masyarakat selama ini yang adalah proses rekrutmen personil TNI yang dinilai banyak kalangan diwarnai dangan tindakan KKN, baik antara oknum dalam internal TNI sendiri maupun antara oknum dalam tim pemilih dengan calon peserta test. Bahkan bukan rahasia lagi banyak tudingan-tudingan miring yang menganggap bahwa, untuk masuk sebagai anggota TNI harus bayar sejumlah uang pelicin.
            Terlepas dari benar tidaknya dugaan-dugaan tersebut, tentu harus menjadi perhatian bagi kita bersama, sebab semua tindakan seperti itu bukan hanya akan memperburuk TNI sendiri khususnya dalam upaya penyiapan SDM prajurit TNI yang profesional dan berkualitas.
            Aktualisasi panitia pemilihan memiliki tangungjawab kepada TNI, masyarakat dan kepada Tuhan YME harus selalu dipegang teguh dalam rangka mendapatkan calon Bintara TNI AD yang benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga kelak mampu mengemban amanah sebagai generasi penerus TNI untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
            Oleh karena itu, segenap anggota tim Panlihda Caba PK TNI AD , benar-benar bekerja secara profesional sehingga dapat menentukan pilihan yang paling tepat dan terbaik diantara semua calon yang ada. Saya tidak segan-segan untuk menindak tegas, apabila ada oknum yang bermain dalam Werving Caba PK TNI AD ini, tegas Panglima.

Arahan Aspers Kasad
            Pabandya Lurjahril Spesad Letkol Inf Hendra Sutaryo, membacakan amanat Aspers Kasad Mayor Jenderal TNI Ali Yusuf Susanto, S.IP., M.M. bahwa Pantohirda tersebut merupakan kegiatan akhir dalam rangkaian pelaksanaan Rik/Uji tingkat pusat dimasing-masing Rindam untuk pria dan Pusdikajen Kodiklat TNI AD Lembang Bandung untuk Caba PK wanita, yang mengalokasikan penerimaan Bintara PK TNI AD TA. 2010 sejumlah 2.750 orang terdiri dari 2.650 pria dan 100 wanita.
            Adanya temuan kasus KKN dibeberapa Panda yang terjadi pada pelaksanaan penerimaan prajurit TNI AD TA. 2010 dan pemberian sanksi terhadap pelaku KKN yang telah terungkap hendaknya dapat dijadikan pelajaran dang tidak terjadi lagi, ingatnya.
            Berangkat dari hal tersebut diatas maka ada ketentuan yang ditekankan oleh komando atas berupa surat telegran : “Sesuai Surat Telegram Kasad No. ST/763/2010 tgl 11 Mei 2010 ttg penekanan ulang kepada para pejabat TNI AD untuk tidak mengeluarkan surat rekomendasi/perwalian penunjang bagi calon prajurit”. Hal itu bisa dijadikan acuan dasar bagi panitia seleksi untuk mengabaikan surat rekomendasi/perwalian penunjang dalam menentukan kelulusan calon sehingga dapat diperoleh calon Bintara PK TNI AD yang berkualitas, pesannya.(Pendam4)

 

 

 

Informasi Alamat Situs