BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / 450 Prajurit Yonif 405 Banyumas Diberangkatkan ke Kalimantan Utara

450 Prajurit Yonif 405 Banyumas Diberangkatkan ke Kalimantan Utara

SEMARANG, suaramerdeka.com- Sebanyak 450 prajurit dari Batalyon Infantri (Yonif) 405 Surya Kusuma Banyumas, Senin (11/8) pagi diberangkatkan ke Provinsi Kalimantan Utara untuk pengamanan perbatasan antara wilayah Indonesia dan Malaysia. Ratusan anggota TNI AD ini yang merupakan batalyon organik Kodam IV/Diponegoro berangkat dengan menumpang KRI Tanjung Nusanive-973 dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Saat upacara pemberangkatan pasukan itu sebagai irup Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Hadir juga Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo, Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali, dan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Arh Elphis Rudy serta sejumlah pejabat Kodam IV/Diponegoro lainnya.

Suasana sedih dan haru pun pecah saat para prajurit berpamitan dengan keluarganya, isteri dan anaknya yang mengantarkan sampai di pelabuhan karena akan meninggalkan keluarganya untuk bertugas ke Kalimantan. Mereka harus menahan rasa rindu berat jauh dari keluarga dalam waktu yang cukup lama untuk melaksanakan kewajibannya demi memenuhi panggilan tugas negara.

Nampak salah seorang anak dari prajurit yang saat digendong ayahnya yang akan berangkat bertugas, berkali-kali mencium pipi bapaknya. Tak hanya itu ada beberapa anak anggota yang juga menjerit menangis histeris dipundak ibunya saat melihat ayahnya berjalan menuju tangga untuk naik ke kapal perang tersebut.

Ganjar Pranowo usai acara menyampaikan, pemberangkatan pasukan ini untuk menjaga  perbatasan, tepatnya di Kalimantan Utara. Menurut Ganjar dalam hal kedaulatan negara, Panglima TNI baru-baru ini akan menindak tegas terhadap pihak yang melakukan pengrusakan patok batas negara Indonesia dengan Malaysia. “Saya setuju dengan sikap Panglima tersebut dan kita harapkan kedaulatan negara terjaga betul,”katanya yang didampingi Pangdam dan Kapolda kepada wartawan.

Ganjar meminta TNI untuk tegas menindak segala perbuatan yang mengancam keutuhan NKRI. Dan tugas warga sipil yang juga harus dikerjakan yakni melakukan observasi dan monitoring tentang kondisi kewilayahan, karena banyak warga perbatasan yang tidak mendapatkan pendidikan di bangku sekolahan dan kesehatan. “Hal ini justru pasukan perbatasan yang membantu mereka, menurut saya tugas itu sangat mulia sekali,”terangnya.

Sementara itu Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo mengatakan, pasukan ini akan menjaga perbatasan selama 9 bulan sampai sekitar satu tahun untuk tinggal di wilayah tersebut. Hari ini diberangkatkan sebanyak 450 personel. “Sedangkan untuk peralatan yang dibawa untuk tugas sudah dilengkapi dari Mabesad. “Kita hanya membawa barang-barang yang digunakan untuk membantu masyarakat di sana seperti tanaman, buku-buku pelajaran dan sarana olahraga serta alat komunikasi,”tegasnya.

Salah satu personel, Kapten Infantri Antonius Joko mengatakan, sebenarnya terasa berat untuk meninggalkan anggota keluarga, namun karena demi tugas negara harus dilaksanakan. Dirinya mengaku sudah tiga kali ditugaskan ke perbatasan sebelumnya ke Papua. Kali ini dia akan ditugaskan ke wilayah Malinau, Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia Timur yakni Sabah dan Serawak.  (Yulianto)

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer