BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / 635 Peserta LDDK SMK Budi Utomo 2 Dapat Ilmu Kepemimpinan Dari Danramil
635 Peserta LDDK SMK Budi Utomo 2 Dapat Ilmu Kepemimpinan Dari Danramil

635 Peserta LDDK SMK Budi Utomo 2 Dapat Ilmu Kepemimpinan Dari Danramil

Cilacap – Komandan Koramil 10/Gandrungmangu Lettu Inf Agus Wantoro di hari kedua LDDK berikan materi Latihan Dasar Kepemimpinan kepada 635 peserta LDDK siswa siswi SMK boedi Oetomo 2 Gandrungmangu, bertempat di Aula SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Senin (18/09)

Dalam paparannya Lettu Inf. Agus Wantoro menyampaikan, “Pemimpin untuk mencapai suksesnya melalui pelayanan kepada orang lain bukan dengan mengorbankan orang lain dan karakter pemimpin harus bijak dalam menyikapi segala permasalahan guna terciptanya sinergitas dengan anggota.

“Pemimpin harus peduli dan terbuka kepada anggota guna menciptakan loyalitas anggota terhadap atasan serta loyal keatas dan kebawah, serta menjadi orang yang dihormati tapi bukan ditakuti,” ujarnya.

Selanjutnya, Lettu Agus menerangkan tentang pengertian bela negara yang merupakan tekad, sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup Bangsa dan Negara.

Kemungkinan kedepan, negara lain akan melakukan suatu pertempuran secara invasi terbuka tidak mungkin dilakukan akan tetapi jika perang melalui invasi ekonomi dan masuknya budaya dari luar maka hal itu sudah terjadi yang sering kita sebut dengan “Proxy War”, dengan contoh nyata banyaknya remaja bangga yang memakai barang bermerek impor.” Terangnya.

“Indonesia haruslah bangga memiliki beragam suku dan budaya serta agama namun keanekaragaman tersebut harus kita jaga supaya tidak memicu timbulnya konflik kecil yang akan memicu perpecahan suatu Negara.

Setiap Negara mempunyai sistem pertahanan masing-masing dan Indonesia masih menggunakan sistem Pertahanan Rakyat Semesta dimana TNI/Polri sebagai komponen Utama Rakyat sebagai komponen Pendukung.

Kenyataan yang terjadi saat ini adalah sebuah relevansi Bela Negara makin rendah dan memudarnya rasa cinta Tanah Air dan penghargaan terhadap nilai Budaya dan Bangsa berdasarkan nilai solidaritas sosial dan kekeluargaan.

Selain itu, bela negara merupakan wujud pembentukan karakteristik dan kemampuan memahami akan cinta pada Tanah Air sehingga Bela Negara merupakan wujud pembentukan karakter positif bagi generasi Bangsa Indonesia yang siap dalam menghadapi segala ancaman yang ada.” Papar Lettu Inf. Agus Wantoro.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer