BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / ADA PERINTAH DAN TIDAK ADA PERINTAH DARI ATASAN BABINSA WAJIB SELALU PANTAU TEMPAT TENPAT IBADAH DAN TEMPAT LAINNYA
ADA PERINTAH DAN TIDAK ADA PERINTAH DARI ATASAN BABINSA WAJIB SELALU PANTAU TEMPAT TENPAT IBADAH DAN TEMPAT LAINNYA

ADA PERINTAH DAN TIDAK ADA PERINTAH DARI ATASAN BABINSA WAJIB SELALU PANTAU TEMPAT TENPAT IBADAH DAN TEMPAT LAINNYA

Mengingat situasi yang saat ini yang lagi memanas karena suhu politik di beberapa daerah yang meningkat maka Babinsa Koramil 13/Ngampilan melaksanakan patroli terus nenerus di wilayahnya termasuk tempat tempat ibadah yang berada di wilayah binaannya.

Sesuai perintah Danrem 072/Pmk dan Dandim 0734/Yka untuk Pam pengamanan tempat ibadah, maka Danramil 13/Ngampilan Kapten Arm Riyanto mengerahkan Babinsa yaitu Serka Ahmad Sumarna, Serda Wardiyono, Serda Eko Andrianto dan Serda Suwandi untuk mengamankan tempat ibadah yang ada di wilayahnya secara rutin dan bergantian.

Tempat ibadah di wilayah Ngampilan Masjid Uswatun Hasanah, Greja di Jl Bayankara, Masjid Ilham Sanggrahan, Masjid Taqwa Suronatan, Greja Haleluyah, Masjid Pratiwi, Gk GKI, Masjid Ar Rohman, dipatroli terus menerus. Pengamanan tempat ibadah tersebut bertujuan untuk mencegah dan mengantitisipasi kondisi yang saat ini baru memanas terkait isu politik yang meningkat jelang pilkada serentak.

Kapten Arm. Riyanto juga mengatakan pengamanan tempat ibadah tak hanya wihara, melainkan masjid, gereja, dan lainnya.“Pelaksanaan pengamanan tersebut tidak hanya murni dari anggota Babinsa saja, tapi Polri, Linmas kecamatan, warga juga bergantian menjaga tempat ibadahnya,” kata Riyanto melalui keterangan resminya, (Rabu 2/11).

Walau berbagai etnis penduduk yang ada di Yogyakarta toleransinya sangat tinggi, ia yakin wilayahnya tidak akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan tatkala kita selaku petugas / Komando kewilayahan dan intansi terkait melaksanakan patroli bersama dan pasti akan aman tentram dan damai.

Danramil 13/Ng mengajak semua tokoh masyarakat, agama, pemuda dan masyarakat pribumi maupun WNI keturunan untuk menjalin persatuan dan kesatuan.“Kita harus menunjukkan Indonesia berbeda-beda tetapi satu.

“Diversity but always Unity,” kata Kapten Arm. Riyanto menirukan pernyataan Pangdam IV/ Diponegoro saat pengarahan.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer