BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Ajang Silaturahmi Dandim 073/Surakarta dengan Forum Silaturahmi Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta.
Ajang Silaturahmi Dandim 073/Surakarta dengan Forum Silaturahmi Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta.

Ajang Silaturahmi Dandim 073/Surakarta dengan Forum Silaturahmi Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta.

Balai Pendhapi Gedhe Kantor Balaikota Surakarta dipenuhi puluhan tokoh agama, tokoh masyarakat yang tergabung dalam FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan anggota TNI- POLRI, Selasa (1/11)

Acara silaturrahmi forum kerukunan umat beragama tersebut dalam rangka menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di kota surakarta. Tujuan utamanya adalah untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat tanpa melihat dari suku,agama, ras dan antar golongan guna mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Dan kehadiran TNI- POLRI adalah sebagai kekuatan Yang berperan sebagai barisan terdepan dalam mempererat dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Semangat bersatu dan semangat kebersamaan dalam mejalankan tugas tanpa memandang agama, ras dan suku ini terlihat begitu sangat kekeluargaan.

Walikota surakarta Dalam sambutannya yang di bacakan oleh asisten pemkot surakarta menyampaikan bhw perkembangan keagamaan masyarakat tidak lepas dari kedewasaan masyarakat dalam bertoleransi. Kran- kran komunikasi harus di buka di masyarakat agar setiap permasalahan dapat di carikan solusi penyelesaian yang baik. Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari solusi masalah agama namun juga masalah sosial.

Sambutan Danrem 074 warastratama yg di bacakan oleh Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf. Ari Prasetyo . S.E. menyampaikan bahwa keadaan kondusif di surakarta ini Baros di pertahankan. Apalagi saat ini ada beberapa daerah yg akan melaksanakan PILKADA. Jangan sampai masalah pilkada di belokkan oleh orang2 yg tidak bertangggung jawab. Masyarakat sesuai UU di persilahkan menyampaikan pendapatnya namun tetap harus dalam koridor hukum. Tidak boleh anarkhis atau memaksakan kehendak dalam penyampaian pendapatnya. Selanjutnya dalam kesempatan ini di sampaikan arahan panglima TNI al:

1. Presiden sebagai Panglima TNI telah memerintahkan TNI menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia.
2. Sebagai Tentara Nasional, TNI tidak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama dan golongan. TNI adalah satu, yakni Tentara Nasional, yang bisa berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, yang mempersatukan ras, suku, dan agama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
3. Presiden memerintahkan agar TNI terus menjaga kebhinneka tunggal ika-an. Karena hanya dengan itu, Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid.
4. Panglima Tertinggi TNI juga menekankan bahwa TNI harus berada dalam garda terdepan dalam mengelola dan menjaga bhineka tunggal ika.
5. Untuk itu, sebagai alat negara, TNI tidak akan mentolerir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi SARA.
6. TNI akan menjadi garda terdepan untuk menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara kapolres surakarta kombes pol Luthfi Yang mendapat kesempatan ketiga arahannya lebih fokus pada SOP Polri terutama dalam penegakan hukum. Agar tidak terjadi gangguan. Penyakit masyarakat dan potensi gangguan harus di hilangkan. Dari solo semua kebaikan akan kita pancarkan dan jadikan contoh di indonesia. Sebagai amanat UU menyampaikan bhw polri lembaga yg berwenang menegakan hukum. Selanjutnya dalam rangka menyampaikan pendapat tidak di larang namun tetap ada koridor hukumnya karena sesuai UU no. 9 th 98 itu adalah hak setiap warga negara. Namun kebebasan itu harus bertanggung jawab. Intinya tata cara penyampaian pendapat sesuai UU. Penekanan terakhir polisi akan memberikan pelayanan terdepan dan terbaik pada masyarakat.

Terakhir sambutan dari ketua lintas agama Surakarta Kyai . Dian. Menyampaikan bhw kita hidup di dunia ini harus mencari cara bagaimana hidup kita di dunia ini bisa membawa ke syurga nantinya. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan tentang cerita seorang gubernur zaman khalifah umar. Dia di tanya karena berhasil memimpin daerahnya dengan berhasil. Dan jawabnya adalah ketika dia menjabat dia kerja keras,kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Inilah kunci keberhasilan beliau memimpin wilayah. Sebagai muslim kita harus belajar dari sholat. Karena sholat memiliki aspek2 disiplin. Selanjutnya keberhasilan itu juga di tunjang oleh kepatuhan pada allah, rosul dan pemimpin. Inilah yang harus dilaksankan dalam kehidupan sehari- hari.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang langsung di pandu oleh Kapolresta Surakarta Kombespol . A. Luthfi.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer