BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Aksi Gropyok Tikus Koramil 24/Kedungbanteng
Aksi Gropyok Tikus Koramil 24/Kedungbanteng

Aksi Gropyok Tikus Koramil 24/Kedungbanteng

Anggota Koramil 24/Kedungbanteng Kodim 0701/Banyumas bersama Dinas Pertanian, Polsek Kedungbanteng, serta masyarakat Desa Dawuhan Kulon melaksanakan pemberantasan dengan cara gropyokan, atau berburu tikus di lubang menggunakan mercon tikus. Senin (18/1/2016).

Para petani dari Desa Dawuhan Kulon Kec. Kedungbanteng dan sekitarnya berbondong-bondong menuju lahan persawahan. Mereka datang dengan membawa peralatan berburu tikus seperti mercon tikus, alat jos pembakar belerang, pentungan, arit dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan ini turut hadir Kapolsek Kedungbanteng, Kades Desa Dawuhan Kulon, Petugas PPL, dan para penggiat pertanian lainnya.
Kegiatan ini dinilai efektif memberantas tikus yang menyerang sawah petani. Petani di Desa Dawuhan Kulon sudah banyak mencoba banyak cara dalam mengatasi serangan hama tikus yang menyerang areal persawahannya. Berbagai cara sudah dilakukan baik menggunakan racun ataupun jebakan tikus namun populasi tikus terus meningkat. Dibantu anggota TNI, puluhan petani ini terpaksa menggunakan mercon tikus yakni berburu tikus dengan alat cerobong yang dimasukan ke dalam lubang tikus, kemudian mercon dimasukan ke dalam cerobong tersebut. Sehingga, asapnya masuk ke dalam lubang tikus. Aksi gropyokan tikus ini terbukti efektif membunuh tikus yang bersembunyi di dalam lubang.

Danramil 24/Kedungbanteng Kapten Inf P Putut Widodo yang ikut dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa gerakan pemberantasan hama tikus atau gropyok tikus yang dilaksanakan adalah sebuah usaha awal yang berkesinambungan, artinya dilaksanakan secara terus menerus. Sebab hama tikus tidak bisa dibasmi secara tuntas dalam satu hari, namun dalam jangka waktu yang lama dan ini hanya bisa mengurangi populasinya saja.
“Tujuan dari semua ini adalah agar para petani memperoleh hasil panen yang melimpah. Namun demikian perlu diingat bahwa hasil panen yang melimpah sangat ditentukan oleh banyak faktor, antara lain; bibit padi yang unggul, pola tanam tepat waktu, pengairan yang memadai, ketersediaan pupuk yang cukup, serta ketersediaan obat hama yang cukup,” jelas Danramil.

Dari aksi gropyokan tikus Koramil bersama warga mendapat ratusan ekor tikus, yang berhasil ditangkap dan dimusnahkan. Dengan musnahnya hama tikus ini diharapkan hasil panen padi akan melimpah dan semakin meningkatkan taraf hidup petani, sekaligus bisa menjadi penyokong lumbung pangan nasional, sesuai dengan program Swasembada Pangan.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer