BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada Serentak Korem 071/WK
Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada Serentak Korem 071/WK

Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada Serentak Korem 071/WK

Korem 071/Wk dalam rangka pengamanan pilkada serentak Tahun 2015 menggelar apel gelar pasukan pengamanan pilkada berlangsung Senin (23/11) di Alun-alun Purbalingga.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 071/Wk dalam sambutannya menyampaikan bahwa TNI siap membantu Polri melakukan pengamanan pelaksanaan pilkada di Purbalingga. TNI juga siap untuk memenuhi permintaan pemerintah kabupaten jika dibutuhkan. Gelar pasukan ini untuk meyakinkan kepada masyarakat dan Polri bahwa dibelakang Polri ada kekuatan TNI.

Dikatakan Danrem 071/Wk bahwa dalam pengamanan pilkada ini, TNI yang diturunkan 385-400 anggota TNI dan dari Kodim 0702/Pbg. “Strategi penangkalan lebih diutamakan dalam pengamanan ini, karena itu penting. Penting melakukan deteksi dini dan cegah dini, oleh karenanya Babinsa yang berada disetiap Koramil diturunkan mendeteksi dini dan cegah dini”, paparnya.

“Deteksi dini dan cegah dini untuk menyukseskan pilkada, karena kesuksesan dalam pilkada ini merupakan kewajiban semua pihak termasuk para calon yang mempunyai massa”, terangnya.

Kepercayaan massa pendukung kepada aparat menyebabkan wilayah Purbalingga kondusif. Bila Purbalingga aman, maka semua daerah lain juga ikut aman, lanjutnya.

Menurut Danrem 071/Wk bahwa pihaknya akan berusaha mencegah agar jangan sampai ada penyusupan dari luar yang masuk ke Purbalingga dan melakukan provokasi. Sebab Purbalingga sejak dulu aman.

“Saya lahir dan dibesarkan disini, Purbalingga dari dulu aman, oleh karenanya hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga daerah kita agar tetap kondusif”, ungkapnya.

Pada kesempatan lainnya, Danrem 071/Wk menyampaikan bahwa TNI bersikap netral dalam pilkada, termasuk juga Polri dan PNS. Karena itu, jika ada anggota TNI yang melakukan politik praktis, masyarakat dapatnya dan seharusnya melaporkan kepada Danrem langsung.

“Laporkan bila ada anggota TNI bermain politik praktis, bila nanti ada yang terbukti salah, maka akan ada sanksi yang diberikan kepadanya menurut ketetentuan yang berlaku dalam TNI”, terangnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer