BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / BABINSA AWASI STOK BERAS DI BULOG
BABINSA AWASI STOK BERAS DI BULOG

BABINSA AWASI STOK BERAS DI BULOG

Dalam rangka mendukung dan mensukseskan Program Pemerintah dalam pencapaian swasembada pangan menuju kedaulatan pangan, tim Sergap Koramil-13/Leksono membantu mengawasi keluar masuknya beras di Bulog Sawangan, Rabu(7/9). Sebanyak 28 ton 42 kwintal beras masuk ke Bulog Sawangan pada hari ini, yang sebelum di kirim masih berbentuk gabah. Gabah yang sudah bisa di serap oleh tim Sergap Koramil-13/Leksono, dengan bekerjasama dengan ricemill yang sudah ditunjuk untuk di giling. Setelah penggilingan usai baru dikirim ke Bulog.

Danramil Kapten Inf Sutarjo sampaikan selain sebagai upaya memenuhi kebutuhan beras nasional penyerapan gabah tersebut, juga untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Sebab, agar harga gabah tidak anjlok yang berdampak terhadap pendapatan ekonomi petani. Tim Sergap ini dibentuk dengan tujuan untuk mengawal para petani supaya lebih sejahtera dan agar hasil panen tidak dipermainkan oleh para tengkulak. pertanian yang baik dapat memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, seperti memperbaiki pendidikan, membeli sandang dan papan (rumah) dan lain-lain, dia mengharapkan agar para petani menjual beras dan gabah ke Bulog dengan harga sesuai dengan kualitasnya, dan Pelda Rohmat juga berpesan untuk menyampaikan ke petani lainnya agar menjual gabah ke Bulog, dengan tujuan agar pemerintah dapat menjaga stok pangan nasional. Ia mengatakan, secara teknis pembelian gabah petani dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sawangan. “Sementara Tim Satgas Sergap TNI hanya mendukung kinerja Bulog dalam melakukan serapan gabah dari petani, sehingga target daerah bisa tercapai optimal,” ujarnya. Ditegaskannya, pihaknya tidak ingin gabah-gabah panenan petani lari ke luar daerah karena perilaku tengkulak. “Sebisa mungkin padi itu bisa terserap sebanyak-banyaknya ke bulog di daerah,” kata dia. Ditambahkannya target serapan harus tercapai, kalau bisa lebih. Tidak boleh kurang karena ini demi tujuan nasional. “Ini untuk swasembada beras agar Indonesia ke depan tidak lagi perlu impor (beras) tapi harus ekspor,” ujarnya. Kementerian Pertanian meminta bantuan TNI untuk membantu bulog dalam menyerap gabah atau padi dari petani. “Maka dibentuklah Satgas Sergap ini, dan merupakan tindaklanjut dari program Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale),” katanya.

Rohmat menegaskan petani harus ingat jika selama ini telah mendapatkan bantuan dari pemerintah, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, dan lainnya. “Sehingga alangkah bijaknya menjual gabahnya ke Bulog. Karena melalui Bulog pula akan disalurkan ke seluruh masyarakat. Jadi ini demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Danramil dirinya juga mengimbau di saat panen petani hendaknya tidak menjual kepada tengkulak. “Kita menanamkan kesadaran kepada para petani jika sejak awal menanam hingga panen ada bantuan pemerintah di sana. Ketika pemerintah memberikan bantuan masa hasil panennya dijual ke tengkulak,” ujarnya. Menurut dia, permainan harga yang dimainkan tengkulak menyebabkan banyak gabah ataupun beras hasil panenan petani lebih banyak terserap pedagang besar luar daerah ketimbang ke Bulog. “Ini yang kami tidak ingin terjadi, karena biasanya tengkulak atau pedagang luar daerah hanya berniat mengacaukan harga pasar.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer