BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Babinsa Cawas bantu Petani Kedungampel tanam padi dengan Sistim Gogo Rancah
Babinsa Cawas bantu Petani Kedungampel tanam padi dengan Sistim Gogo Rancah

Babinsa Cawas bantu Petani Kedungampel tanam padi dengan Sistim Gogo Rancah

Babinsa Koramil 20 Cawas  Serka Didik Triyanta dengan gesit bantu petani tanam padi dengan sistim gogo rancah menggunakan alat Penugal atau taju bertempat di Persawahan  Padukuhan Kedungampel Wetan Desa Kedungampel Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten.

Selasa

Hujan di wilayah Kecamatan Cawas belum seberapa keras intensitasnya cukup rendah namun para petani sudah mulai beranikan diri menanam benih padi dengan sistim gogo rancah. Berbekal Penugal/taju dan bibit yang dimasukkan ke dalam ember yang di bawa petani ketengah lahan dengan menanam menggunakan penugal atau taju.

” ini namanya tanam dengan cara nggejik ” kata ngadimin petani Kedungampel.

Babinsa Serka Didik Triyanta dengan gesit membantu tanam dengan sistim gogo rancah karena cukup mudah dengan penugal atu taju di tancapkan sekitar 7 Cm dengan mengandalkan perasaan saat menghujamkan penugal atau taju.

Sebagian ada yang langsung memasukkan bibit atau gabah ke tanah yang sudah berlubang terkena runcingnya penugal atau taju. Ngadimin salah seorang petani mengungkapkan bahwa menanam padi dengan di gejik ini sebenarnya sudah dilakukan oleh nenek moyang terdahulu,

” Tanam Semacam ini seperti cara nenek moyang kalau nanam pada masa lampau,” ungkap Ngadimin.

Babinsa Serka Didik Triyanta berharap upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ancaman kekeringan pada lahan sawah tadah hujan adalah dengan sistem bertanam padi gogo rancah.

Serka Didik Triyanta di sela – sela istirahat juga menjelaskan hahwa sistem bercocok tanam padi di sawah pada musim hujan, dengan menerapkan gabungan antara sistem gogo dan padi sawah. Sistem ini juga cocok untuk lahan beririgasi yang mendapat pengairan terlambat.

Selain ditanam pada lahan sawah tanaman padi juga bisa dibudidayakan pada lahan kering atau sering kita sebut dengan budidaya padi gogo rancah.

Pada sistem budidaya padi gogo rancah seolah-olah kita anggap tanaman padi seperti tanaman palawija. Sehingga kebutuhan air dalam sistem ini sangatlah minim. Sistem budidaya padi gogo biasanya dilakukan pada tanah-tanah yang kering atau tanah tadah hujan.

Kelebihan sistem tanam gogo rancah dibanding sistem sawah diantaranya adalah penghematan tenaga kerja tanam, penghematan tenaga kerja pemeliharaan dan tentunya lebih menghemat waktu.

Adapun kekurangan cara tanam gogo rancah adalah produksi yang dihasilkan tidak sebesar dengan sistem tanah sawah,”Jelasnya. (Pendim 0723/Klaten)

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer