BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / BABINSA DAMPINGI POK TANI PADA POLA TANAM CABAI JENIS TM 99
BABINSA DAMPINGI POK TANI PADA POLA TANAM CABAI JENIS TM 99

BABINSA DAMPINGI POK TANI PADA POLA TANAM CABAI JENIS TM 99

Mlati – 08 September 2016
Saat ini cabe menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat, baik masyarakat lokal maupun internasional. Setiap harinya permintaan akan cabe, semakin bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Sehingga budidaya sayur ini menjadi peluang usaha yang masih sangat menjanjikan, bukan hanya untuk pasar lokal saja namun juga berpeluang untuk memenuhi pasar ekspor. Demikian di katakan Babinsa Ramil 12/Mlati, Serda Sutrisno saat melaksanakan Pendampingan Upsus Pengembangan Pola Tanam Cabai Jenis TM 99, kepada Kelompok Tani Sri Rejeki yang mendapat Demlot cabai keriting dari Dinas pertanian melalui PPL.

didusun Gedongan, Sinduadi, Mlati Sleman. Rabu 7 September.
Kelompok Tani Sri Rejeki didusun Gedongan, Sinduadi, mendapat Demlot cabai keriting dari Dinas pertanian melalui PPL dikarenakan cabai jenis TM 99 adalah jenis cabai merah keriting hibrida yang banyak dikembangkan di pusat budidaya tanaman. Jenis ini memiliki keunggulan fisik tahan hama dan buah cabai yang optimal. Di samping itu, jenis TM terutama 99 memiliki derajat pedas yang tinggi pada kelompok cabai sejenisnya. Serta mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem. Benih ini kebal penyakit antraknosa yang doyan menggagalkan panen akibat hujan berkepanjangan.(*Antraknosa adalah penyakit patek tanaman cabai yang disebabkan cendawan*).

Dalam giat pendampingan Upsus pola tanam Cabai jenis TM 99 guna menghasilkan cabe yang berkualitas, diperlukan proses pembibitan dan perawatan yang tepat pada saat budidaya. Dan yang perlu diperhatikan pada budidaya cabe, mengenai Pemilihan lahan yang sesuai, Musim tanam yang tepat, jenis cabe yang banyak diminati konsumen, namun harga bibitnya tidak terlalu mahal serta proses perawatan yang tepat. Dan yang perlu diperhatikan saat memasuki fase Pratanam serta fase persemaian, fase inilah sangat menentukan akan kwalitas dan kwantitas produksi.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer