BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / BABINSA DESA MARGODADI SEYEGAN BERSAMA POKTAN MINA MAKMUR PANEN MINA PADI
BABINSA DESA MARGODADI SEYEGAN BERSAMA POKTAN MINA MAKMUR PANEN MINA PADI

BABINSA DESA MARGODADI SEYEGAN BERSAMA POKTAN MINA MAKMUR PANEN MINA PADI

KODIM 0732/SLEMAN. Sabtu (30/7) Keberhasilan program budi daya ikan air tawar di lahan sawah pertanian padi atau minapadi yang dikembangkan di dsn Kandangan Margodadi Seyegan Sleman mendapat apresiasi dari FAO sehingga wilayah itu menjadi percontohan dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO pada 2014 telah mengakui metode budi daya ikan air tawar di sawah pertanian padi atau minapadi sebagai bagian dari salah satu program pertanian unggulan global.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Widi Sutikno mengatakan pihaknya mengembangkan dua dusun di Kecamatan Seyegan sebagai sentra minapadi.
“Metode minapadi ini dikembangkan di Dusun Kandangan, Desa Margodadi dan Desa Cibluk Kidul, Desa Margoluwih. Saat ini sudah ada sekitar 25 hektare sawah yang dikelola sebagai minapadi,” katanya.

Ibu Siti Hediati Suharto (Titik Prabowo) komisi IV DPR RI yg ikut hadir mengatakan, dalam metode ini tentunya pemerintah akan terus mendukung agar program swasembada pangan bisa tercapai dan kebutuhan protein tercukupi. “Ini dapat menjadi percontohan budi daya minapadi di daerah-daerah dan negara lainnya,” katanya.
Konsultan minapadi Dr Fajar Basuki dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang mengatakan keuntungan total bersih mina padi mencapai Rp2,4 juta per 1.000 meter persegi atau Rp24 juta per hektare. Sementara kalau padi saja hanya Rp1 juta per 1.000 meter persegi atau Rp10 juta per hektare.

“Kelebihan minapadi tidak perlu matun atau penyiangan gulma, serangan hama dan penyakit berkurang. Ini karena telur hama sebelum menetas sudah dimakan ikan, sehingga tidak sempat berkembang. Hama tikus juga tidak masuk ke lahan padi karena ada genangan air. Kemudian minapadi juga tidak mengurangi jumlah rumpun padi, produk padi bisa mencapai delapan ton per hektare, sedangkan kalau padi saja kurang dari enam ton per hektare,” katanya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer