BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Babinsa Kodim 0729/Bantul Ikuti Sosialisasi Cara Pemupukan
Babinsa Kodim 0729/Bantul Ikuti Sosialisasi Cara Pemupukan

Babinsa Kodim 0729/Bantul Ikuti Sosialisasi Cara Pemupukan

Anggota TNI dari Kodim 0729/Bantul turut mengawal pupuk bersubsidi agar dipastikan tepat sasaran yakni diterima oleh petani atau kelompok tani. Selain itu TNI juga turut mendampingi petani agar mampu mencapai swasembada pangan yakni melalui program Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, Kedelai (pajale) yang dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu.
Salah satu bekal yang harus dimiliki TNI adalah bagaimana melakukan pupuk yang baik dan berimbang agar hasil panen maksimal. Ilmu yang dikuasai itu diharapkan bisa ditularkan kepada petani di wilayah tugasnya masing-masing. “Anggota TNI harus punya bekal agar bisa sukses dalam melaksanakan program Upsus,” kata Pasiter Kodim 0729/Bantul Kapten Inf Kusmin kemarin.

Salah satunya anggota TNI terdiri para Danramil dan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) se jajaran Kodim Bantul mengikuti sosialisasi cara pemupukan yang baik dan berimbang dengan pemateri PT Petrokomia Gresik diwakili Sales Supervisor Wilayah DIY, Agus Adriansyah. “Saya berharap setelah sosialisasi ini maka anggota Babinsa dan Danramil ilmunya bertambah dan bisa dimanfaatkan dalam rangka mendukung tugasnya mendampingi petani,” katanya.
Sementara itu Agus Adriansyah mengatakan untuk menghasilkan padi yang baik, panen yang banyak agar mendukung swasembada pangan maka harus dilakukan pemupukan berimbang dengan rumus 5:3:2. Maksudnya untuk setiap hektar dipupuk 500 kilogram pupuk organik (petroganik), 300 kilogram ponska dan 200 kilogram Urea.

“Dengan metode itu terbukti bisa meningkatkan hasil hingga 1 ton per hektar,” katanya. Selain itu petani harus menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) yakni bagan untuk mengukur hijaunya daun padi. Jika sudah mencapai level 4 tidak perlu dilakukan penambahan pupuk urea, karena kalau ditambah juga tidak ada dampak signifikan. Dengan BWD maka terjadi penghematan penggunaan pupuk hingga 15 persen- 20 persen.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer