BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Babinsa Koramil 02 Bonang Cek Temuan Batu Bata Kuno
Babinsa Koramil 02 Bonang Cek Temuan Batu Bata Kuno

Babinsa Koramil 02 Bonang Cek Temuan Batu Bata Kuno

Fenomena keberadaan bata merah kuno yang diduga berasal pada zaman pra sejarah muncul lagi di Demak. Seorang petani tak sengaja menemukan tumpukan bata merah ketika menggali sawah. Dia merasa heran dengan bentuk bata dengan ukuran 45 cm x 25 cm setebal10 cm. Bata merah itu terlihat kering dan enteng.

“Saat itu saya akan mencangkul sawah untuk saya garap memasuki masa tanam satu tapi saya kaget menemukan batu bata yang cukup banyak tertata rapi di dalam tanah,” ungkap Mastur  (50), petani penggarap sawah di Desa Weding Kecamatan Bonang.

Kali pertama bata merah ditemukan terpendam sekitar satu meter di bawah permukaan sawah. Ketika mencangkul Mastur sempat memecahkan bata itu menjadi dua bagian. Bata merah yang diketemukan berbeda dibanding bentuk bata merah pada umumnya. Bata ini berbentuk besar, berwarna merah muda dan tertata seperti untuk sebuah bangunan. Karena takut, penggarap bengkok kades ini, segara melapor ke pemerintah desa setempat.

Mendapati informasi temuan itu Babinsa Weding Koramil 02 Bonang Pelda Subur Sadono segera bergegas menuju lokasi. Kemudian mengumpulkan temuan itu dalam satu lokasi. Sebelumnya mereka juga meyakini dahulu lokasi itu merupakan situs bersejarah.

“Bata ini aneh, lebih besar dari buatan sekarang, warna bata tak kusam meski terpendam didalam tanah, justru merah menyala,” ungkap Subur. Dirinya juga tidak tahu bata itu terbuat dari tanah liat dari daerah mana.

Beberapa sesepuh desa pernah bercerita, semula wilayah desanya merupakan pesisir pantai, terbukti tanah di Desa Weding banyak dijumpai kulit kerang. Sejumlah orang dari daerah jauh datang Demak, selain ingin berdagang, daerah ini dikenal menjadi ajang pertemuan budaya Hindu dan Islam, seiring berdirinya Kerajaan Majapahit Islam yaitu Kasultanan Demak Demak Bintoro, dan dakwah para Walisongo.

Namun Subur  belum bisa memastikan kaitan antara temuan puluhan bata merah yang terserak itu, dengan lokasi pesisiran. Dia meminta perhatian instansi terkait untuk menyurvei temuan tersebut, kemungkinan bisa ditemukan situs bersejarah di desanya binaannya tersebut.

 

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer