BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Babinsa Terjun ke Sungai Permudah Pembangunan Tanggul Darurat
Babinsa Terjun ke Sungai Permudah Pembangunan Tanggul Darurat

Babinsa Terjun ke Sungai Permudah Pembangunan Tanggul Darurat

KODIM 0709/KEBUMEN, Sejumlah Babinsa yang disiapkan untuk karya bakti basah langsung masuk ke dalam sungai yang hampir mencapai kedalaman sekitar satu meter sambil membawa karung berisi pasir guna ditumpuk dan ditata membuat tanggul darurat yang jebol akibat guyuran hujan deras. Akibatnya banjir pun melanda dua wilayah yakni wilayah Kecamatan Adimulyo dan wilayah Kec. Puring pada beberapa waktu lalu. Peristiwa ini bukan saja jebolnya tanggul sungai Telomoyo, namun juga mengakibatkan 696 hektar sawah terancam gagal panen jika tanggul itu tidak segera diperbaiki. Hampir seminggu ini kegiatan karya bakti masih belum bisa diperkirakan kapan akan selesai, namun menurut keterangan dilapangan, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang akan terus mengupayakan perbaikan tanggul ini hingga benar-benar terwujud dalam waktu dekat.

“Pembetulan tanggul dengan karung pasir hanya bersifat sementara, ini sekedar menambal tanggul yang jebol. Melalui penataan dan penambalan karung pasir ini diharapkan akan dapat membantu masyarakat dan mengurangi dampak luapan air sungai. Sembari menunggu pembangunan tanggul yang baru.” terang Dandim.

Ditambahkan Dandim, karya bakti seperti ini diharapkan akan membantu masyarakat yang terkena bencana selain itu keberadaan TNI di lapangan juga memiliki peran besar dalam membantu pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana.” Imbuhnya.

Ditambahkan Dandim “Saya berharap tanggul ini sesegera mungkin dibangun secara permanen dan kuat, kalau tidak maka dampaknya akan merugikan kita semua, termasuk para petani akan merugi jika tanaman padinya akan terendam air kembali, untuk itu saya sudah sampaikan ke Pemkab Kebumen untuk sesegera mungkin dilakukan pembuatan tanggul permanen demi kesejahteraan masyarakat, “ pungkasnya.

Selanjutnya Camat Adimulyo Heri mengatakan, “Dampak dari tanggul jebol tersebut, sawah di Desa Joho diterjang banjir, selanjutnya desa terparah yakni Desa Sugihwaras, dimana warga saat itu harus diungsikan karena rumah mereka terendam air. Sawah penduduk pun turut jadi korban bencana, banjir di Desa Sugihwaras adalah yang terparah namun kini sudah mulai surut, kesibukan warga membenahi perabotnya dan warga masih trauma apabila hujan intensitasnya masih cukup tinggi  “katanya

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer