BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng Gelar Pemeriksaan Tes Urine Kepada Anggota Kodim 0716/Demak
Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng Gelar Pemeriksaan Tes Urine Kepada Anggota Kodim 0716/Demak

Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng Gelar Pemeriksaan Tes Urine Kepada Anggota Kodim 0716/Demak

Maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) direspons Kodim 0716/Demak dengan menggelar tes urine mendadak (29/2).

Seluruh anggota TNI termasuk Babinsa dan PNS yang mengikuti penyuluhan bahaya narkoba, diarahkan untuk menjalani pemeriksaan. Komandan Kodim 0716 /Demak Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P mengatakan tes urine tersebut digelar mendadak sehingga personel mempersiapkan diri.

Pemeriksaan urine dilakukan secara sampel terdapat 51 orang prajurit Kodim. “Agenda utama sebenarnya adalah penyuluhan bahaya narkoba. Tapi dalam perjalanannya, dilanjutkan dengan tes urine oleh anggota,” ujarnya kemarin.

Seluruh personel TNI yang berada di Makodim diwajibkan mengikuti tes urine terkecuali yang sedang dinas lapangan. “Harapannya semua anggota TNI Kodim bisa tes urine sehingga bisa dipastikan semua anggota termasuk PNS bebas narkoba,” katanya.

Ditambahkan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tugas BNN, melainkan seluruh elemen masyarakat. Dia berharap tidak ada lagi generasi muda Demak yang terjerumus pada jerat barang haram tersebut.

“Kami melakukan pemeriksaan urine terhadap prajurit Kodim, agar prajurit Kodim bersih dari narkoba,” ungkap Dandim.

Ditegaskan Orang nomor satu di jajaran Kodim 0716 Demak, jangan sampai ada prajurit Kodim 0716/Demak yang terkena narkoba.

“Apabila ada prajurit kodim yang ikut terlibat dalam peredaran narkoba, maupun sebagai pemakai akan dikenakan sanksi sampai dengan dipecat,” jelas Dandim 0716/Demak.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng Jamaludin Makruf mengapresiasi langkah Kodim 0716/Demak menggelar penyuluhan bahaya narkoba sekaligus tes urine pada anggotanya. Dengan tes urine tersebut akan diketahui anggota TNI di Kodim bebas narkoba.

Dia mengatakan, dalam tes urine tersebut, petugas BNN mengambil urine untuk dilakukan screening umum. Dengan metode tersebut akan diketahui apakah anggota TNI bersangkutan menggunakan narkoba atau tidak. Termasuk penggunaan ganja, amfetamin dan turunannya seperti ekstasi, kandungan kokain, golongan opiat seperti morfin, heroin, serta obat-obat psikotropika atau obat penenang.

“Yang perlu diwaspadai adalah obat penenang yang dijual bebas di apotek. Untuk obat jenis dextro memang sudah ditarik dari peredaran, namun obat dengan campuran dextro masih banyak beredar,” ujarnya. Jamaludin menambahkan, tahun ini BNN menjalankan program Gerakan Nasional Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna dan Pencandu Narkoba untuk merespons tanggap darurat narkoba. Karena itu, tahun ini pemerintah memasang target untuk melaksanakan rehabilitasi terhadap minimal 100.000 pengguna narkoba secara nasional.

“Pengguna narkoba yang secara sukarela melaporkan diri akan direhabilitasi dan tidak dikenai sanksi pidana,” ucapnya.Di Makodim kemarin, anggota TNI yang tengah mengikuti penyuluhan secara bergiliran keluar ruangan untuk diambil sampel urinenya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer