BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Bandara Pertama di Atas Air
Bandara Pertama di Atas Air

Bandara Pertama di Atas Air

Semarang –  Groundbreaking Bandara International Ahmad Yani akhirnya dilaksanakan. Bandara ini akan menjadi bandara di atas air pertama karena apron berada di atas tambak.
Sebelum Groundbreaking dimulai, dilaksanakan penandatanganan Kerjasama Pemanfaatan (KSP) oleh Dirut PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo,  Pangdam IV /Diponegoro Mayjen TNI dan di saksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,  Sunindyo, KASAD Jenderal TNI Budiman, Menteri Perhubungan  Evert Ernst Mangindaan, Menteri Pertahanan  Purnomo Yusgiantoro dan Wali kota Semarang Hendrar Prihadi.

Tommy mengatakan Pengambangan Bandara Internasional Ahmad Yani berrtujuan meningkatkan kapasitas yang sebelumnya 800 ribu penumpang menjadi 6 juta sampai 7 juta penumpang tiap tahun.

“Saat ini terminal penumpang hanya seluas 6.700 m2, dengan pengembangan yang ada, luasan terminal penumpang akan menjadi 58.652 m2 dengan daya tampung 6 juta sampai 7 juta penumpang per tahun,” kata Tommy di lokasi  Groundbreaking pengembangan Bandara Ahmad Yani, Selasa (17/6/2014).

Selain bisa menampung penumpang lebih banyak, Bandara Internasional Ahmad Yani yang baru memiliki konsep unik yaitu floating airport atau bandara di atas air. Ditargetkan pembangunan selesai dalam dua tahun.

“Angkasa Pura I akan mendaftarkan bandara ini di Green Building Council Indonesia,” tandas Tommy.

“Ini di atas rawa, baru pertama kali punya apron yang mengambang. Mungkin sambil menunggu pesawat lebih baik nanti ada fasilitas pemancingan,” imbuhnya.

Bandara Internasional Ahmad Yani nantinya akan dilengkapi beberapa fasilitas yaitu 30 konter check in, 3 unit aviobridge, 4 konter visa on arrival, 5 unit elevator, 1 unit travelator, dan 7 unit eskalator. Area parkir pengunjung akan diperluas menjadi 43.634 m2.

Tanah tempat pengembangan Bandara Internasional dilakukan di atas tanah milik kementrian pertahanan negara seluas 884.500 m2. Pengembangan tersebut terganjal revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 6 tahun 2008 yang kemudian diganti menjadi PP nomor 27 tahun 2014 tentang Kemudahan Penggunaan Aset Negara.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa tengah Ganjar pranowo mengucapkan terima kasih kepada kementerian pertahanan dan TNI AD yang memperbolehkan penggunaan lahan.

Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi besar, namun perteumbuhan ekonomi selama ini lamban karena persoalan infrastruktur.

Sementara itu, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan dalam kerjasama tersebut sudah ditentukan persentase untuk kontribusi dari keuntungan yang nantinya digunakan untuk kepentingan negara.

“Ada persentase tertentu ditetapkan untuk kepntingan negara.  Dengan kerjasama pemanfaatan ini kita selau terbuka, persentasenya ada di perjanjian,” pungkas Purnomo.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer