BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Bangga dan Syukur Menjadi Satgas Pamtas
Bangga dan Syukur Menjadi Satgas Pamtas

Bangga dan Syukur Menjadi Satgas Pamtas

Semua seakan berjalan cepat. Baru bertugas pertama, sebagai dokter di Batalyon 403/Wirasadha Pratista, Kentungan, Sleman, Yogyakarta, Januari 2013, Letda Ckm (K) dr Dita Yulia Bintari mendapatkan tugas sebagai anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia pada Juni s/d Desember 2013.

“Awalnya memang sempat kaget dan takut dengan amanah yang diberikan, namun setelah dijalani, saya sangat bangga dan bersyukur mendapat kepercayaan dan kehormatan tersebut”, ujar lajang cantik ini kepada tim GD.

Dokter, alumnus Universitas Airlangga yang masuk TNI melalui jalur beasiswa ini wajar bersikap demikian, sebab usai Milsuk TNI Januari tahun 2012 dan menyelesaikan pendidikan dasar dan lanjutan sampai Januari 2013, langsung ditugaskan ke Batalyon  403/WP, yang selanjutnya bertugas sebagai anggota Satgas Pamtas bersama 3 anggota Kowad lainnya yaitu  Serda (K) Lisya, Serda (K) Rani dan Serda (K) Indah dari Kesdam IV/Diponegoro.

Namun sebagai prajurit, tugas tersebut diterima dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab. Gadis kelahiran Surabaya, 18 Juli 1985 inipun segera menyesuaikan diri mengikuti berbagai pertahapan layaknya anggota Satgas, yang mengawalinya dengan latihan pratugas.

Walau dilahirkan bukan dari keluarga TNI, gadis semampai ini merasakan nyamannya kehidupan prajurit, jiwa korsa yang tinggi, sangat guyub, saling membantu, terjalinnya kebersamaan sehingga tugas dapat yang dilaksanakan dengan baik. “Kuncinya kita harus selalu koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait, sehingga semua berjalan dengan lancar”, ujarnya.

Penugasan Kowad sebagai anggota Satgas memang baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia dan menurut penilaian berbagai pihak, hasilnya memuaskan.

Sebagai anggota Satgas Tim Kesehatan, dr Dita tinggal di Pos kotis Entikong. Dalam sehari-hari, Poskes Satgas selain melayani anggota Satgas juga memberikan pengobatan gratis kepada warga, dimana dalam sehari bisa melayani 20 – 30 pasien. Sedangkan kunjungan ke pos-pos dilakukan sesuai kebutuhan, sementara kegiatan karya bhakti dilakukan terjadwal.

Terkait dengan obat, karena yang dibawa Satgas terbatas untuk anggota, maka untuk pengobatan sehari-hari dan Bhaksos, dr Dita melakukan kerjasama dengan Dinkes setempat.

Bertugas di daerah perbatasan memang banyak tantangan, namun yang dirasakan terasa berat yakni saat berada di daerah Pos Nanga Bayan karena medan yang sulit, tidak ada listrik, tidak ada sinyal, kalaupun ada harus naik pohon. Diceritakan dr. Dita, perihal soal sinyal ini pernah ada kejadian yang menyedihkan. Karena naik pohon mencari sinyal mengabarkan akan pulang, prajurit terlupa dan terjatuh sampai cedera di tangan kirinya, yakni sendi lengannya dislokasi,  padahal sudah mau pulang sehingga daripada pulangnya mundur lagi akhirnya diberi obat pereda nyeri sampai di Yogya, selanjutnya baru dibawa ke rumah sakit.

Hambatan lainya, jarak antar kota yang  jauh juga sedikit menjadi hambatan. Untuk melaksanakan kita bisa sampai berjam-jam, naik perahu atau kapal.

Selain melaksanakan kegiatan bhakti sosial, dr Dita dan anggota Satgas juga melakukan penyuluhan kesehatan,  pengobatan ke rumah warga, mengajar di sekolah dan melatih menari. Sementara kegiatan binter dilakukan diantaranya membentuk PAUD yang sangat mendapat respon dari masyarakat, donor darah dan Lomba lari 10 K.

Bagi dr Dita, apa yang sudah dijalani merupakan pengalaman yang sangat berharga. Apalagi kehadiran anggota Kowad di sana bisa menjadi sumber motivasi bagi masyarakat setempat.

“Awalnya mereka heran, kok ada tentara wanita, dan ternyata juga menjadi daya tarik dalam melaksanakan kegiatan di masyarakat. Mereka rata-rata hanya lulus SD, namun begitu tahu apa tentara wanita, mereka bertekad akan sekolah lebih tinggi”, tambahnya.

Pelajaran yang sangat berharga sudah diterima dr Dita, pengalaman tugas telah membuka wawasannya, kemampuan berfikir cepat, membuat keputusan, lebih sigap, membentuk karakter dan sebagainya.

Selamat atas prestasi yang telah diraih, yang telah membawa nama korps bahwa seorang Kowad juga mampu bertugas di Satuan Tugas. (GD)

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer