BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Bati Komsos Ramil Mlati Bertandang Ke Pengrajin Bambu Dusun Sendari Mlati
Bati Komsos Ramil Mlati Bertandang Ke Pengrajin Bambu Dusun Sendari Mlati

Bati Komsos Ramil Mlati Bertandang Ke Pengrajin Bambu Dusun Sendari Mlati

Dalam rangka memelihara dan meningkatkan hubungan antara prajurit dengan wilayah binaan sehingga dapat terwujud keeratan hubungan yang harmonis guna memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat binaan dalam rangka berpartisipasi dalam pertahanan negara di sela sela waktu tugasnya Bati komsos Koramil 12/ Mlati pada Jumat 19/8 2016 bertandang ke sejumlah pengrajin Bambu yang akhir akhir ini produksinya sangat meningkat dan menjanjikan untuk di tekuni.
Hal produk kerajinan bambu sangat diminati para konsumen. Faktor bahan baku yang mudah/gampang terurai menjadi kompos dan tidak mencemari udara ketika usia kerajinan mulai menua, hal ini menjadi pertimbangan utama para konsumen manca negara.
Beragam jenis kerajinan bambu di produksi, di Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, ungkap Bati komsos Serma Noer Rahmad contoh karya orang-orang desa yang diminati oleh konsumen dari Amerika, Kanada, Meksiko, Mesir, Iran, Turki, Thailand.

Dari hasil kunjungan ke Ketua Kelompok Desa Wisata “Bambu Indah” Paryanta, SKM menyatakan produk yang dipesan perajin bambu dari luar negeri sangat beragam.

Saat ditemui pada selesai istirahat siang, dia mencontohkan produk lain yang diminati seperti gazebo, perangkat meja-kursi, hiasan dinding, perangkat sajian makan, buah, bunga, tikar, krei. Pembeli asal dari luar negara sangat antusias dengan gazebo, digunakan sebagai gubuk santai maupun ruang kerja.

Bahan baku gazebo yang diminati pembeli luar negeri harus diawetkan secara alami, caranya direbus air mendidih, supaya tahan rayap dan hama perusak lainnya. Proses pengawetan sekitar tiga bulan. Harga gazebo 2,5 x 2,3 meter mencapai Rp 5 juta. Terkesan mahal, tetapi daya tahan bamboo yang diawetkan mencapai lebih sepuluh tahun. Produk gazebo milik Sugiarto, warga Sendari RT 02 RW 18 Desa Tirtoadi, sebagai contoh yang diproses pengawetan secara alami dan diekspor ke manca negara.

Pasar dalam negeri bagi kerajinan bambo juga cerah, bisa disimak dari distribusi produk di puluhan kota seperrti Magelang, Malang, Jakarta, Bengkulu, Balikpapan dan sejumlah kota lainnya. “Penjual kerajinan di luar kota biasanya warga Tirtoadi. Mereka pengrajin yang mengubah haluan menjadi penjual. Barang-barang yang mereka jual dikirim dari pengrajin dan show room kerajinan Sendari,” kata Paryanto. Bahan baku di dapat dari desa sekitar dan pasokan dari Purworejo, Kebumen, Magelang.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer