BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Batik Banyumasan Meriahkan Kirab Latsitardanus XXXV
Batik Banyumasan Meriahkan Kirab Latsitardanus XXXV

Batik Banyumasan Meriahkan Kirab Latsitardanus XXXV

Dalam rangka turut memeriahkan pagelaran Kirab Latsitardanus XXXV Tahun 2015, Batik Banyumasan yang diusung Rumah Batik Anto Jamil Sokaraja, turut serta memperlihatkan kepiawaiannya mengolah batik tradisional Banyumasan.

Tururt sertanya Rumah Batik Banyumasan Anto Jamil tersebut sebagai sarana memperkenalkan Batik Banyumasan kepada khalayak umum, dan sebagai wahana mewarisi budaya lokal Banyumas.

Kirab Batik Banyumasan yang dibawakan para model cantik Purwokerto, salah seorang model cantik yang membawakan batik koleksi Anto Jamil Sokaraja yakni putri Danrem 071/Wk Kolonel Inf Edison, S.E., M.M., Edviana Annisa Elsa (22).

Mereka mengusung berbagai motif yang tersedia dikoleksi batik Anto Jamil Sokaraja, diantaranya motif flora dan fauna yang melambangkan kebudayaan lokal Banyumas.

Rumah Batik Anto Djamil ini adalah usaha turun-temurun dan salah satu tempat Batik Banyumasan yang masih bertahan sampai sekarang. Di Banyumas sendiri terdapat 2 sentra batik, yang pertama di Banyumas Lama dan yang kedua ada di Sokaraja.

Di Banyumas Lama, sentra batiknya berada di Sudagaran, sebuah kampung yang berasal dari kata “Saudagar”, di situ dulu tempat tinggal para Saudagar Batik Banyumas yang sukses dan berhasil. Sementara sentra Batik Banyumas satu lagi ada di Sokaraja, sampai sekarang batik-batik berkualitas terus dihasilkan oleh sentra-sentra batik di Sokaraja.

Motif batik di Anto Djamil beragam, namun tetap dalam pakem batik Banyumasan. Motif Batik Banyumas memang sedikit unik beda. Kekhasan dari motif batik Banyumasan adalah motifnya banyak terinspirasi dari flora yang terdapat di Banyumas, lukisan di kain batik lebih berupa sulur-sulur tumbuhan, menurut cerita ini sesuai dengan kondisi Banyumas di masa lalu yang masih merupakan hutan lebat.

Kemudian soal warna, Batik Banyumasan cenderung memiliki warna yang lebih gelap dan pekat. Rata-rata Batik Banyumas memang berwarna gelap dan sedikit pekat daripada warna batik di Jawa Tengah lainnya. Warna dasarnya cenderuk coklat tua ataupun coklat kehitaman. Memang inilah warna khas Batik Banyumas, mungkin waktu itu menyesuaikan dengan pewarna alami yang ada di daerah Banyumas dan sekitarnya.

Koleksi batik di Anto Djamil cukup lengkap, mulai dari kain, sarimbit, sampai yang sudah jadi seperti baju batik pun ada. Rata-rata adalah batik tulis, jika beruntung pengunjung bisa melihat proses membatiknya karena toko dan workshop batiknya ada dalam satu tempat. Jangan heran jika Rumah Batik Anto Djamil ini penuh pengunjung, sudah hal biasa, walau lokasinya agak masuk namun tak menyurutkan pembeli untuk datang.

Soal harga rangenya begitu beragam, mulai puluhan ribu sampe jutaan rupiah. Yang seharga jutaan rupiah tentunya adalah batik premium yang tiada dua. Batik Banyumasan motif dan warnanya yang pekat ini sangat cocok untuk dikoleksi. Beberapa motif menjadi pakem batik Banyumasan seperti motif Isen Laut (Isi Laut) yang berupa gambar hewan-hewan laut dituangkan dalam kain batik. Kemudian jika diamati lebih jauh, kebanyakan motif di Rumah Batik Anto Djamil adalah motif-motif tumbuh-tumbuhan.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer