BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Ceramah Kesehatan Warnai Pertemuan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071
Ceramah Kesehatan Warnai  Pertemuan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071

Ceramah Kesehatan Warnai Pertemuan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071

Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 PD IV/Dip menggelar pertemuan rutin anggota, Selasa (17/3) bertempat di Aula Denbekang 44-04-01 Jl. Gatot Subroto Sokaraja Banyumas.

Pertemuan rutin dihadiri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 PD IV/Dip Ny. Edison beserta pengurus dan anggota, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting Denbekang beserta pengurus dan anggota serta para anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Dim Banyumas, Anggota Persit Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Persit Koorcab Rem 071 PD IV/Dip.

Pertemuan rutin anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 PD IV/Dip ini juga di warnai dengan kegiatan ceramah kesehatan tentang Sosialisasi Kesehatan Anak tentang Pneumonia yang disampaikan oleh dr. Sutarti istri anggota Denbekang 44-04-01 Sokaraja.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 menyampaikan kepada anggota Persit Kartika Chandra Kirana tentang hasil Musyawarah Pusat Dharma Pertiwi ke 12 Tahun 2015 dan hasil Rakerda Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Dip beberapa waktu lalu.

Disampaikan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 bahwa anggota Persit untuk membentengi diri dan keluarga melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha, hal ini guna menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Membentengi diri harus dimulai dari diri sendiri sebagai orang tua selaku ibu bagi anak-anaknya, sehingga anak itu pasti akan melihat perilaku dari orang tuanya. Cerminan orang tua bisa dilihat dari perilaku orang tuanya”, terangnya.

Selain itu, dalam arahannya yang lainnya menyampaikan bahwa pelaksanaan Mupus yang semula dilaksanakan 5 tahun sekali menjadi 2 tahun sekali dan setiap pemimpin harus menjadi contoh dalam menerapkan hasil Mupus di daerah masing-masing berupa penggunaan atribut dan lainnya.

Pada kesempatan yang lain, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 menyampaikan beberapa point penting dalam arahannya kepada anggota tentang hasil Rakerda Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Dip yang antara lain bahwa sesuai ST Kasad, prajurit dan isteri dilarang posting status di media sosial seperti facebook maupun BBM.

“Hal penting yang harus diterapkan dan dilaksanakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana yakni mendidik anak-anaknya untuk menjadi orang yang berguna, membahagiakan suami dan mengantar suami sampai ke puncak karier dalam hal ini isteri berperan aktif agar suami giat dalam bekerja dan bertugas dengan tulus dan ikhlas. Sarana belajar berorganisasi dan mengkoordinir kegiatan anggotanya. Organisasi wanita yang masih eksis adalah organisasi isteri TNI”, paparnya.

Selain itu, menyampaikan transformasi Persit diantaranya berpikir maju dan tetap memegang pada norma-norma, meng-update diri sehingga mau belajar dengan ikhlas, mampu berinovasi sehingga tidak ketinggalan jaman, mampu mendorong suami agar bersemangat dalam bekerja, dan mampu bekerjasama dengan semua orang”, tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam ceramah kesehatan Sosialisasi Kesehatan Anak tentang Pneumonia yang disampaikan oleh dr. Sutarti. Ceramah kesehatan ini agar para anggota Persit selaku ibu dari anak-anaknya mengetahui dan mengenali gejala pneumonia yang terjadi pada anak.

Pneumonia pada balita, dikatakan bahwa Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru, sedangkan Ispa atau saluran pernapasan akut adalah infeksi akut yang menyerang salah satu bagian/lebih dari saluran nafas mulai dari hidung, alveoli, termasuk adneksanya (sinus, rongga telinga tengah, pleura).

“Standar tata laksana pneumonia pada balita dengan mengenali kelompok umur dengan sasaran program kurang dari 2 bulan dan lebih dari 2 bulan sampai usia 5 tahun. Para orang tua agar mengawasi, melihat dan mengenali sikap, polah dan tingkah laku anak dalam perkembangan anak. Apabila terjadi pada anak, segeralah berobat dan konseling dengan dokter”, paparnya.

Dikatakan bahwa, gejala yang terjadi pada bailta usia 2 bulan sampai 5 tahun yakni tidak bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk sedangkan pada usia kurang dari 2 bulan yakni kurang bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor, whesing, dan demam/dingin.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer