BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Dandim 0712/Tegal Hadiri Peringatan Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW Di Pendopo Kota Tegal
Dandim 0712/Tegal Hadiri Peringatan Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW Di Pendopo Kota Tegal

Dandim 0712/Tegal Hadiri Peringatan Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW Di Pendopo Kota Tegal

Tegal, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Hari Santoso S,Sos menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pendopo Adipura Balaikota Tegal, Selasa (9/6/2015).

Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Tegal Hj.Masitha Soeparno, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Hari Sanoso,S.Sos, Kapolres Tegal Kota AKBP Bharata,SIK serta SKPD Kota Tegal dan tokah agama dan masyarakat Kota Tegal, dengan pembicara Habib Thohir bin Abdullah Al Kahff pengasuh pondok pesantren Darul Hijrah.

Dalam sambutannya Walikota Tegal bahwa, isro mi’roj Rasulloh SAW adala peristiwa spektakuler dalam sejarah peradaban manusia, yang pernah dijalani oleh Rasulullah SAW.

“Peristiwa Isro Mi’roj adalah peristiwa yang sarat dengan pesan-pesan, ia bisa dimaknai sebagai satu kisah seribu makna sehingga tak pernah habis untuk digali dari waktu-waktu selam berabad-abad lamanya.

Ditambahkan Walikota, Jika dilihat dari latar belakang sejarahnya maka perjalanan suci yang dialami oleh Rasulullah tersebut sejatinya adalah upaya pemberian motivasi kepada Rasulullah untuk bangkit, karena Isro Mi’roj terjadi saat Rasullullah tengah mengalami masa berkabung karena telah ditinggal oleh dua orang yang selama ini menjadi pendukung utama dalam dakwah yaitu Siti Khadijah istri beliau dan paman nabi yaitu Abu Tholib.

“Dalam keadan terpukul penuh kesedihan itulah Allah memerintahkan Jibril As untuk menjemput Rasul dan menemani beliau untuk melakukan perjalanan suci dan paling spektakuler dalam sejarah manusia,”tambah Walikota.

Sementara itu  Habib Thohir bin Abdullah Al Kahff dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa, Isro Mi’roj yang dilaksanakan oleh Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW adalah perjalanan dari masjidil haram menuju ke masjidil aqsho dilanjutkan naik ke sidrotul muntaha adalah sebuah peristiwa yang harus diterima dengan landasan keimanan.

“Setelah diterima dengan keimananan penuh, maka rasio kita akan mudah menerimanya, karena memang antara dalil aqliyah dan dalil naqliyah selalu ada titik temu,”Ucap  Habib Thohir.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer