BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Dandim 0712/Tegal Hadiri Upacara HUT Korpri Ke 45 dan HUT PGRI Ke 71 Tahun 2016
Dandim 0712/Tegal Hadiri Upacara HUT Korpri Ke 45 dan HUT PGRI Ke 71 Tahun 2016

Dandim 0712/Tegal Hadiri Upacara HUT Korpri Ke 45 dan HUT PGRI Ke 71 Tahun 2016

Tegal – bertempat di Halaman Pendopo Jl. Ki Gede Sebayu Kel. Mangkukusuman Kec. Tegal Timur Kota Tegal telah dilaksanakan Upacara dalam rangka Peringatan HUT KORPRI ke-45 dengan tema ” Bersama KORPRI Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesionalitas Aparatur Sipil Negara” dan HUT PGRI ke-71 Kota Tegal Tahun 2016 dengan tema ” Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” bertindak sebagai Inspektur upacara Walikota Tegal : KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, Komandan Upacara BKD Kota Tegal : Kadarisman, Mpd, yang diikuti lk 750 orang. Selasa (29/11)

Hadir pada upacara tersebut antara lain :Walikota Tegal : KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno; Dandim 0712/Tegal : Letkol Inf Hari Santoso, S. Sos; Danlanal Tegal : Letkol (Mar) S.B. Manurung; Kabagren Polres Tegal Kota : Kompol Suranto mewakili Kapolres Tegal Kota; Plt. Sekda Kota Tegal : Dyah Kemala Sintha, SH,MH; Kasi Intel Kejaksaan Tegal : Winpi Wohon, SH, MHum mewakili Kajari Tegal; Panitera PN Tegal : Sugiarto,SH mewakili Ketua PN; Asisten 1 & 2 Sekda Kota Tegal; Kepala SKPD Kota Tegal; Ketua Tim penggerak PKK Kota Tegal : Endang Nursholeh; Camat dan Lurah se-Kota Tegal; Kepala SD, SLTP dan SLTA Negeri se-Kota Tegal

Sambutan Presiden RI : Ir. H. Joko Widodo dalam rangka Hut Korpri ke-45 Tahun 2016 yang dibacakan oleh Inspektur Upacara : KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, Selaku Presiden Republik Indonesia dan Penasehat Nasional Korpri saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap keluarga besar Korpri yang sudah dan sedang mengemban tugas, tanggung jawab, serta pengabdian kepada negara bangsa dan rakyat diseluruh penjuru tanah air dan dunia.

Jadikanlah momentum Pilkada serentak 2017 sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme saudara-saudara, untuk menerapkan Panca Prasetya Korpri ingatlah bahwa pengabdian anggota Korpri bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu melainkan pengabdian anggota Korpri hanyalah kepada negara, bangsa, dan rakyat

Pemberantasan praktek Korupsi dan pungli ketika kita bicara tentang peningkatan kualitas pelayanan publik tentang memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima agar indonesia bisa menjadi bangsa yang pemenang dalam era kompetisi global maka rakyat membutuhkan anggota Korpri yang disiplin bertanggung jawab dan berorientasi kerja

Fokuskan energi pada intisari dari pelayanan publik yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat untuk itu setiap anggota Korpri haruslah menjadi aset bangsa, teruslah melakukan inovasi-inovasi pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat, dan makin baik

Korpri akan segera bertansformasi menjadi Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara RI, dalam bentuk baru itu fungsi pemerintahan yang diemban berupa pembinaan dan pengembangan profesi Aparatur Sipil Negara, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota ASN memberikan rekomendasi terhadap pelanggaran kode etik dan kode perilaku serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya

Sambutan Mendikbud : Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP dalam rangka Hut PGRI ke-71 Tahun 2016 yang dibacakan oleh Inspektur upacara. Perkenankan saya atas nama pribadi dan pemerintah, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Guru memiliki peran yang amat mulia dan amat strategis. Berbanggalah menjadi seorang guru. Sebab di tangan para Guru, Pamong, dan Tenaga Kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan. Melalui anak-anak peserta didik di sekolah, di sanggar-sanggar belajar, kita akan menentukan masa depan bangsa. Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan seorang guru. Kita bisa berdiri tegak saat ini juga karena pernah ditempa oleh para guru.

Sejak ditetapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, maka secara resmi guru dinyatakan sebagai pekerja profesional. Namun demikian bukan berarti sebelum itu para guru bekerja secara tidak profesional. Harus diakui bahwa hingga kini profesionalisme guru di Indonesia masih belum memenuhi harapan. Masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras agar pekerjaan guru di Negara kita betul-betul sebagai pekerjaan professional di masa yang akan datang.

Pemerintah selama ini telah mengupayakan banyak hal agar para guru semakin profesional. Namun upaya itu akan sia-sia belaka tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri.

Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. Saya berharap hal ini berimplikasi nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru, dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. Kedepan perlu segera dirumuskan kebijakan, agar sebagian tunjangan profesi guru bisa diinvestasikan bagi peningkatan kinerja guru melalui program pelatihan dan usaha guru belajar mandiri.

Profesionalisme guru, khususnya berkaitan dengan pengembangan keprofesian dan karirnya makin terus ditumbuhkembangkan.

Beberapa kebijakan strategis untuk membentuk guru yang profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi sedang dan akan terus dilakukan oleh pemerintah di semua tingkatan. Peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu dari lima agenda utama pembangunan pendidikan nasional.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer