BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Dandim 0716 Demak Dikawal Prajurit Patangpuluhan
Dandim 0716 Demak Dikawal Prajurit Patangpuluhan

Dandim 0716 Demak Dikawal Prajurit Patangpuluhan

Puncak tradisi Grebeg Besar Demak dilaksanakan dengan acara penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga, yakni Keris Kyai Crubug dan Kutang Ontokusumo. Prosesi ini biasanya dilaksanakan bertepatan pada saat hari raya Idul Adha. Prosesi berlangsung setelah sholat ied.

Prosesi tersebut diawali dengan penyerahan lisah jamas dari Bupati Drs.H.M Dachirin Said kepada Lurah Tamtomo, di pendopo kabupaten. Sebelum dilakukan penyeraham lisah jamas terlebih dulu digelar tarian Bedoyo Tunggal Jiwo yang dibawakan sembilan gadis cantik.Setelah menerima lisah jamas, Lurah Tamtomo kemudian membawanya menggunakan kereta kuda dikawal prajurit patangpuluhan.

Dalam perjalanan menuju Kadilangu, mereka diiring berbagai kesenian khas Demak, seperti tari barong, zipin dan kuda kepang. Bupati Drs.Dachirin said,Dandim 0716/Demak dan jajaran para kepala SKPD juga ikut dalam iring-iringan itu. Pawai prajurit Patangpuluhan mengiring minyak jamas ibarat magnetnya Tradisi Grebeg Besar Demak(24/09).

Ribuan warga menyaksikan pawai yang menempuh jarak sekitar 2 kilometer tersebut. Warga yang datang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Pekalongan, Jepara, Kudus dan Semarang. Bahkan ada pula wisatawan dari manca.

Konsentrasi kepadatan warga yang menyaksikan pawai lisah jamas terjadi merata di sepanjang jalur yang dilalui rombongan. Sejak dari gerbang pendopo, kawasan Pecinan, Betengan hingga Kadilangu, bahkan sudah dipadati warga sedari pagi.

Sesampainya di Kadilangu, Lurah Tamtomo menyerahkan lisah jamas ke sesepuh ahli waris Sunan Kalijaga R Soejono, di Pendopo Notobratan. Sementara bupati dan rombongan muspida langsung menuju ke makam Sunan Kalijaga.

Lisah jamas kemudian dibawa rombongan keluarga ahli waris menuju ke makam Sunan Kalijaga. Sebelum melaksanakan penjamasan, terlebih dulu dilakukan tahlil dan doa bersama. Selanjutnya, panitia penjamasan memanggil satu persatu nama-nama yang boleh masuk ke dalam lokasi makam.

Selain Bupati Dachirin Said, di antara nama yang dipanggil adalah Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P, Ketua DPRD Demak H.Nurul Muttaqin, Kapolres AKBP Heru Sutopo, dan Kajari Demak Siti Aisyah SH. “Memang tak semua orang boleh masuk ke dalam lokasi makam. Harap maklum, demi khitmatnya prosesi penjamasan yang boleh masuk hanya para pemimpin Demak,” kata Sesepuh Kadilangu, R Soejono. Setelah prosesi penjamasan selesai, sesepuh kadilagu kembali ke pendopo kadilangu dan warga menantikan sesepuh kadilangu keluar kembali untuk bersalaman dengan warga pengunjung upacara penjamsan.

Menurutnya, proses penjamasan Kutang Ontokusumo dan Keris Kyai Crubug harus dilakukan dengan mata tertutup. Hal itu telah dilakukan turun-temurun sesuai dengan wasiat Sunan Kalijaga. “Sesuai wasiat beliau maka ahli waris selalu melakukan penjamasan dengan mata tertutup,” ungkapnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer