BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Dandim 0716 Demak Hadiri Acara Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin
Dandim 0716 Demak Hadiri Acara Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin

Dandim 0716 Demak Hadiri Acara Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin

KODIM 0716/DEMAK— Ribuan Jamaah Nihadlul Mustaghfirin dari Kabupaten Demak dan Kota Semarang menggelar mujahadah dan doa bersama di Masjid Agung Demak, Kecamatan Demak Kota baru-baru ini. Senin Malam (8/9/2015)

Meski sempat mundur dari jam acara yang dilaksanakan, namun pengajian tetap berlangsung khusyuk dihadiri Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P,Kapolres yang di wakili oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Demak,para kiai, camat, santri, ormas Ansor dan Banser.

Menurut Ketua Panitia H Agus M.Kartono, acara yang berlangsung rutin 40 hari sekali itu mengundang pengasuh Ponpes Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang.  ’’Gus Bayu yang juga masih keponakan pengasuh Ponpes Tegalrejo Gus Yusuf Chudlori hadir memberikan ceramah. Kiai muda itu menyampaikan ceramah keagamaan menyempurnakan acara mujahadah,’’ ujar Agus yang juga sebagai Lurah Karang Mlati Kec.Demak.

Dalam Sambutannnya  Dandim 0716/Demak Yang mewakili Unsur Muspida Demak mengatakan supaya jamaah Nihadlul Mustaghfirin tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dari ancaman dalam bentuk apapun baik dari dalam maupun dari luar,apapun perbedaan yang timbul dikalangan umat islam,sepanjang  bukan menyangkut masalah akidah dan ibadah,tidak boleh menjadikan umat terpecah,mari jadikan acara mujahadah ini sebagai momentum benteng pemelihara ukhuwah islamiyah,apalagi dalam menghadapi krisis ekonomi seperti sekarang ini semoga dengan berdoa kita supaya terhindar dari masalah ini.

Disebutkan, jamaah Nihadlul Mustaghfirin memang tak bisa dilepaskan dari sosok sejumlah pengasuh ponpes API Tegalrejo Magelang. Salah seorang pengasuh ponpes itu yakni almarhum KH Ahmad Muhammad (Gus Muh) putra pendiri ponpes API Magelang, KH Chudlori, merupakan perintis kegiatan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin. Gus Muh yang semasa hidupnya juga terkenal sebagai budayawan tersebut merintis Nihadlul Mustaghfirin melalui pengajian Selasa Kliwonan.

Dari hanya sebatas beranggotakan puluhan orang, kini jamaahnya mencapai ribuan orang menyebar hingga ke Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Semenjak itu pelaksanaan pengajian berpindah tempat di seluruh Jawa Tengah. ’’Sudah menjadi kebiasaan kami bahwa bermujahadah atau berdoa tanpa dihalangi tenda, terpal atau atap bangunan itu akan terasa lebih khusyuk,’’ tambah Agus.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer