BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Dandim 0716/Demak Hadiri Rakor Pemantapan Sikon Kantrantibmas Pasca Kejadian Tolikara
Dandim 0716/Demak Hadiri Rakor Pemantapan Sikon Kantrantibmas Pasca Kejadian Tolikara

Dandim 0716/Demak Hadiri Rakor Pemantapan Sikon Kantrantibmas Pasca Kejadian Tolikara

Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Demak Jawa Tengah meningkatkan silahturahmi dan koordinasi untuk mewaspadai dampak kerusuhan Tolikara Papua agar kerusuhan serupa tidak terjadi diwilayah tersebut. Sebagai bentuk antisipasi, semua elemen masyarakat, muspida (musyawarah pimpinan daerah) dan unsur yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Demak telah menyatakan sikap bersama.

Pernyataan sikap tersebut, diantaranya menolak segala bentuk kekerasan dan provokasi atas nama agama dan tidak akan membiarkan sikap intoleransi antar umat beragama yang bisa menyebabkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh Ketua FKUB Kab. Demak H. Abdullah Syifa’.

Pernyataan sikap bersama, ditandatangani secara resmi oleh semua unsur dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Demak, FKUB dan instansi terkait lainnya pada “Rapat Koordinasi Pemantapan Situasi dan Kondisi Kantrantibmas di wilayah Kabupaten Demak Pasca Kejadian Tolikara”, di Gedung Bina Praja Kabupaten Demak, Jumat (24/7/2015).
Hadir dalam acara itu, diantaranya Bupati Demak Drs.H.Dachirin Said, Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang T.T Wibisono S.A.P, Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo, Kepala Kemenag Demak Drs.H.Muhamad Thobiq,M.S.I, Ketua MUI Kab. Demak Kh Moh Asyiq ,Ketua FKUB Kab. Demak H.Abdullah Syifa’ dan Tokoh Agama Lainnya..
Di tempat yang sama, Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang T..T Wibisono S.A.P mengatakan, di Kabupaten Demak cenderung tidak akan terjadi insiden seperti di Tolikara, Papua. Sebab seluruh elemen masyarakat dan unsur Muspida telah berkomitmen untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Terlebih kasus tersebut, diduga ada campur tangan pihak asing yang ingin memecah belah bangsa Indonesia, sebab Indonesia kaya akan sumber daya alam. Kekayaan alam yang melimpah menjadi incaran mereka. Padahal, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati.

“Oleh karena itu, kita jangan terpancing provokasi. Situasi yang kondusif di Kabupaten Demak harus terus dijaga dan dipertahankan. Kita bersama-sama ciptakan Demak lebih baik dan maju jangan sampai kejadian di Ambon dan di Papua terulang lagi di Demak,” ujar Dandim yang lama berdinas di Ambon dan Papua.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer