BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / DANDIM 0726SUKOHARJO BERIKAN WAWASAN KEBANGSAN KEPADA TARUNATARUNI APN SURAKARTA
DANDIM 0726SUKOHARJO BERIKAN WAWASAN KEBANGSAN KEPADA TARUNATARUNI APN SURAKARTA

DANDIM 0726SUKOHARJO BERIKAN WAWASAN KEBANGSAN KEPADA TARUNATARUNI APN SURAKARTA

Senin (15/08/2016), Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol inf Taufan Wdiantoro, S.I.P memberikan materi Peningkatan Wawasan Kebangsaan kepada Taruna/Taruni Akademi Pelayaran Nasional (APN) Surakarta di Hotel Pramesti Kartasura. Kegiatan yang merupakan Kuliah Perdana bagi Taruna/Taruni APN Kartasura tersebut sebagai bekal untuk lebih mengetahui dan meningkatkan akan wawasan dalam berbangsa dan bernegara. Disampaikan oleh Direktur APN Surakarta Dr. Hadi, maksud dan tujuan diselenggarakannya peningkatan wawasan kebangsaan yaitu untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar sesama taruna/taruni, serta rasa cinta tanah air bangsa dan Negara dan rela berkorban demi bangsa dan negaranya serta bertujuan menumbuh kembangkan kesadaran akan kebhinnekaan Bangsa yang berwawasan kebangsaan tentang nilai nilai pancasila dan kecintaan kepada budaya Bangsa.

Dalam materinya Dandim Letkol Inf Taufan Widiantoro, S.I.P menyampaikan: Kemerdekaan ini merupakan perjuangan bangsa Indonesia sendiri dan bukan pemberian dari negara lain, kita berjuang atas kesadaran sendiri, bahkan dalam memperjuangkannya kita rela mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan RI. Kita ini dapat melanjutkan pembangunan Bangsa dan Negara harus ada rasa nasionalisme. Wawasan Kebangsaan (Wasbang) adalah Sudut pandang atau cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati dirinya sebagai suatu bangsa, juga dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsanya. Bagaimana kita cara memandang? Kita harus kokoh dan saling bantu antar sesama, dan wawasan kebangsaan adalah bentuk loyalitas warga kepada negaranya, seperti yang diatur dalam UUD 45 yang salah satu isinya memajukan kesejahteraan umum dan itu adalah tujuan kedepan kita bersama, pandangan untuk jauh kedepan ini harus menjadi tujuan. Kita lihat sejarah bagaimana wawasan kebangsaan kita, mungkin sudah belajar banyak selama 350 tahun kita dijajah, kemudian kita lihat lagi 20 Mei tahun 1908 muncul pergerakan Nasional dan muncul lagi pergerakan 28 Oktober th 1928 makin maju perjuangan kita, kemudian muncul lagi 17 Agustus 1945 yang berarti 17 tahun berikutnya, yang bisa membuahkan hasil kemerdekaan.

Perjuangan 350 tahun ternyata tidak ada artinya dan tidak ada hasilnya, kalau tidak dilandasi dengan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Jadi dengan munculnya pergerakkan 20 Mei 1928, kita hanya butuh waktu 17 tahun untuk memerdekakan bangsa dan negara Indonesia. Ini menjadikan pelajaran yang luar biasa, kalau kita masih mengkoreksi lagi persatuan kesatuan pancasila UUD 45 sudah berarti kita mundur jauh, harusnya sekarang untuk melangkah tidak memerlukan waktu yang panjang, 350 tahun, 20 tahun, 17 tahun perubahan signifikan dan seharusnya waktu yang pendek kita tinggal lepas landas, Sejarah tidak bohong kalaupun dibelok-belokan sedikit, itulah kepentingan. Kita harus berupaya bagaimana sejarah menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga yang tidak harus kita alami tetapi ini sudah terjadi, Mari kita belajar dari sejarah itu. Ternyata untuk maju dengan pesat kita harus bersatu, satu tujuan tidak boleh kita masing-masing dan ini adalah hal yang mendasar.

Wawasan kebangsaan ini adalah bagaimana penghargaan kita kepada harkat dan martabat manusia ini. Kita semua makhluk Tuhan harus kita sepakati, kemudian punya tekad yang kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak usah kita komentari lagi, kita cinta tanah air bangsa kita berdemokrasi berkedaulatan rakyat walaupun kadang-kadang agak Kebablasan itu harus terus kita jaga kesetia kawanan sehingga tercapai masyarakat adil makmur ini merupakan tujuan yang ingin kita capai bersama jelasnya. Selesai memberikan materi wawasan kebangsaan dilanjutkan pemberian cindera mata dari Direktur APN Surakarta kepada Dandim 0726/Sukoharjo dan dilanjutkan foto bersama dengan karyawan dan taruna/taruni APN Surakarta

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer