BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Dandim Rakoor Pajale di Dinas Ketapang
Dandim Rakoor Pajale di Dinas Ketapang

Dandim Rakoor Pajale di Dinas Ketapang

Sragen, 6 Maret 2017 bertempat di Balai Dinas Ketahahanan Pangan dilaksanakan rakoor upsus pajale yang dihadiri oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Arh. Camas Sigit Prasetyo, M.MDS, Kadistan Ir. Eka Rini Mumpuni TL, Kadis Ketapang Muh. Djazairi, SP, Seluruh Danramil, Pasiter Kapten Arh. Jumadiono, Bulog Sragen Bp. Fani, Koordinator PPL se Kab. Sragen, Ka. UPTD se Kab. Sragen dan Petugas Hama.

Sambutan Kadistan : ucapan selamat datang kepada Komandan Kodim 0725/Sragen, Danramil serta Koordinator PPL . hasil rapat di Kementan dan Makorem 074/Wrt hari Kamis, 1 Maret 2017 bahwa target sragen luas tambah tanam 2017 adalah 102,8 Hektar, pada Th. 2016 Sragen bisa 101.000 Hektar untuk itu diharapkan di TH. 2017 bisa tercapai seperti di tahun 2016. Kami mohon bantuan dari Kodim dalam hal ini Babinsa untk membantu target dari Pemerintah supaya bisa tercapai serapan gabah maupun luas tambah tanam. Rencana hari Rabu Menteri Pertanian akan melaksanakan touring darat melewati Wil. Kab. Sragen, kami berharap ada yang melaksanakan panen sehingga apabila Menteri berkenan singgah bisa diarahkan ketempat yang sedang panen.

Sambutan Dandim 0725/Sragen Letkol Arh. Camas Sigit Prasetyo, M.MDS : Kami dari TNI selalu siap mendampingi Dinas Pertanian dalam rangka pencapaian ketahanan pangan nasional.

Koordinasikan yang baik antara Dinas Pertanian terutama petugas di lapangan antara Babinsa dan penyuluh pertanian. Kami minta tolong para Danramil dan koordinator PPL agar memahami tugas masing-masing, nanti akan dilaksanakan penyerapan gabah luar kwalitas tapi hanya untuk petani bukan untuk tengkulak untuk itu Danramil dan Babinsa agar mengawasi jangan sampai tengkulak ngaku-ngaku petani supaya gabahnya diserap dengan kadar air diatas 25%. Dari Pemerintah memberikan program gabah luar Kwalitas karena petani tidak mempunyai alat pengering selain dijemur dibawah matahari selain itu tenaga juga terbatas.

Sambutan Dinas Ketahanan Pangan : Dalam rakoor ini kita menyamakan persepsi tentang data, jangan sampai data tidak sama antara penyuluh dan Babinsa. Laporan harian diperlukan guna menjaga keakuratan data apabila diminta oleh pemerintah. Serap gabah luar kwalitas didasari oleh curah hujan yang tinggi dan tidak ada musim kemarau sehingga pengeringan susah, jadi dengan kadar air 25 – 30 % bulog mau menerima dengan harga yang sama. Syaratnya bulog harus membeli gabah langsung dari petani, transaksi dilakukan di penggilingan padi dengan disasksikan penyuluh dan Babinsa jadi harus ditandatangani kedua petugas tersebut supaya dana kompensasi bisa dicairkan.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer