BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Dandim Sragen Tidak Bosan Himbau Tengkulak Setor Gabah Ke Bulog
Dandim Sragen Tidak Bosan Himbau Tengkulak Setor Gabah Ke Bulog

Dandim Sragen Tidak Bosan Himbau Tengkulak Setor Gabah Ke Bulog

Pada hari Rabu, tanggal 31 Agustus 2016 pukul 14.00 s/d 16.00 bertempat di Ruang Krida Manggala Sukowati Kab. Sragen telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Penyerapan Gabah yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kab. Sragen dihadiri + 70 orang.

Hadir dalam giat dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Dedy Endriyatno (Wakil Bupati Sragen), Letkol Inf Denny Marantika ( Dandim 0725/Sragen, Tatag Prabawanto B. MM ( Setda Kab.Sragen), Ir. Endang Handayani MM ( AS II Setda Sragen), Ir. Eka Rini Mumpuni (Ka Dinas Pertanian Sragen), Plt. Heru Martono ( Ka Dinas Perdagangan Kab. Sragen), Kapten Inf Daryanto (Dantim Sergab Kodim 0725/Sragen), Jasiri ( Ka Bapluh Sragen), Marno (Kabid Pengembangan Perdagangan Kab. Sragen), Muhari ( Kepala Bulog Divre Duyungan), Erwan (PT. Sakti Duyungan Sidoharjo) serta Mitra Bulog/pengusaha Beras dan Gabah Kab Sragen.
Inti permasalah dan sambutan yang di sampaikan dalam rakor tersebut sbb dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) : Puji syukur kami panjatkan kehadirat Nya karena pada hari ini kita semua dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan rapat koordinasi serapan Gabah, semoga kita semua mengerti dan menyadari demi mencari jalan keluar dalam pencapaian penyerapan Gabah di Kab Sragen pada tahun ini yang ditetapkan sebesar 65.000 ton beras dan gabah. Sengaja bapak-bapak dan ibu-ibu saya undang untuk kumpul di ruangan ini dengan tujuan kerjasamanya untuk memecahkan atau mencari jalan keluar masalah pencapaian penyerapan Gabah di Kab.Sragen karena ini program nasional yang harus kita kerjakan bersama maka dari itu saya mohon kepada para pengusaha mitra Bulog untuk ikut memikirkannya supaya pencapaian sergap terpenuhi.

Dibandingkan dengan daerah lain Kab. Sragen lebih banyak targetnya, karena Sragen mempunyai dua gudang yang bisa untuk menampung beras dan gabah kiriman dari Mitra Bulog dan bisa menyuplai beras ke daerah lain. Kemarin PT Sakti menghubungi Bupati bahwa beras yang dikirim ke Bulog tidak diterima/ditolak sehingga Bulog kita undang ke sini untuk mencari jalan keluar karena kita semua dituntut untuk pencapaian target serapan beras dan gabah di Kab. Sragen karena ini merupakan program nasional, kita semua minta kepada Bulog kalau para mitra Bulog mengirim beras agar diterima karena batas waktu pencapaian target tinggal 1 bulan lagi yaitu bulan September 2016.

Letkol Inf Denny Marantika (Dandim 0725/Sragen) mengatakan Kita semua minta bantuan kepada rekan-rekan mitra pengusaha Bulog dan Bulog sendiri untuk kerjasamanya dalam pencapaian serapan Gabah di Kab. Sragen bisa tercapai yaitu 65.000 ton beras/gabah. Kalau dibandingkan dengan daerah lain lahan di wilayah Kab. Sragen lebih kecil tetapi Kab. Sragen di bebani target lebih banyak sendiri karena Sragen mempunyai dua gudang Bulog sehingga Sragen targetnya lebih banyak. Mengentaskan target pangan di tingkat nasional dan Sragen sendiri sebagai lumbung padi terbesar tetapi kalau kita tidak bisa mencukupi target tersebut apa kata dunia, maka dari itu kita duduk bersama di sini mencari jalan keluarnya dalam pemenuhan pencapaian target sergap di Sragen ini. Sebenarnya kami ini anggota TNI yang tergabung dalam sergap adalah sebagai pendamping saja tetapi sekarang malah dijadikan garda terdepan dalam pemenuhan Sergap di Kab. Sragen sebesar 65.000 ton.

Dedy Endriyatno (Wakil Bupati Sragen) : Saya mengharapkan setiap Perusahaan agar dapat mengirim beras ke Bulog untuk memenuhi target di akhir bulan September tahun 2016 dan untuk Bulog yang ada di Ds. Krikilan saya mengharapkan untuk menerima pasokan gabah dari para mitra. Mohon kerja samanya kepada Kepala Gudang Bulog Krikilan dan Kepala Gudang Bulog Duyungan adanya toleransi terhadap Mitra Bulog, atas Prakarsa mengenahi ketahanan Pangan lokal maupun Nasional bisa terpenuhi dengan tujuan untuk mensejahterakan Seluruh rakyat. Setelah kegiatan ini antara Mitra Bulog dengan pihak Bulog dan Pemerintah agar membuat MOU terlebih dulu.

Ir. Eka Rini Mumpuni (Ka Dinas Pertanian Sragen) : Kondisi riil dilapangan gudang Bulog kurang memenuhi syarat untuk menampung beras sebesar 65.000 ton, kalau dipaksakan kualitas beras akan menurun oleh karena itu kedepan untuk direvisi karena gudang penyimpanan beras kurang memenuhi syarat. Kebijakan impor beras dari luar supaya dikurangi dengan harapan Mitra Bulog bisa mendapatkan keuntungan. Perwakilan Mitra Bulog dari PT. Cahaya Intan : Mitra Bulog siap mengirim beras ke Bulog Sragen tetapi tinggal Bulog mau menerima atau tidak dan Mitra Bulog tidak hanya mengurusi Bulog Sragen saja bahkan se Solo Raya.

Tanggapan Bulog yang disampaikan oleh Muhari ( Ka Bulog Divre Duyungan) : Target Bulog Kab Sragen tahun ini sebesar 65.000 ton gabah atau 32.000 ton beras dan saat ini baru mencapai 21.000 ton beras, jadi masih kekurangan 11.000 ton. Kendala dari Mitra Bulog, masalah kwalitas beras karena Bulog dituntut penyerapan gabah tidak dibatasi, namun demikian dengan mengacu kepada Inpres nomor 5 tahun 2015 bahwa aturan Bulog harus dilaksanakan diantaranya kadar air harus 14% apabila kadar air terlalu tinggi maka beras akan mengalami penyusutan. Gudang Bulog Sragen merupakan gudang utama karena bisa menyuple beras ke daerah lain.

Dalam kesempatan tersebut diadakan MOU yang intinya pernyataan kesanggupan Sergab dari petani tahun 2016 diantaranya : PT. Sakti Jl Raya Solo-Sragen KM 3 Duyungan Kec. Sidoharjo sanggup mengirim 4.000 Ton. PT. Cahaya Intan Krujo RT. 28 Ds. Toyogo, Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 500 Ton. Indo Rapi Tunjungan Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 500 Ton. Hidup Baru Jatisomo Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 300 Ton. Wiwit Putra Krujon Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 1000 Ton. Sumber Hidup Kauman Masaran sanggup mengirim 150 Ton. CV. Mutiara Bumi Kwangen Kec. Gemolong sanggup mengirim 300 Ton. Sumber Tani Sambungmacan sanggup mengirim 300 Ton. CV. Santan Bumi sejahtera Benersari Kec. Ngrampal sanggup mengirim 300 Ton.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer