BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danramil Galur Kulon Progo Mengikuti Pelepasan Ratusam Tukik
Danramil Galur Kulon Progo Mengikuti Pelepasan Ratusam Tukik

Danramil Galur Kulon Progo Mengikuti Pelepasan Ratusam Tukik

(Galur, 28/10/17).    Kapten Kav Suhana, Danramil 09/Galur, Kodim 0731/Kulon Progo, pada Hari Rabu (25/10), pukul 07.00 WIB, bertempat di Pantai Trisik, Galur, Kulon Progo, mengikuti acara konservasi penyu.  Pantai Trisik yang berada di Kecamatan Galur, merupakan salah satu obyek wisata pantai Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, yang berjarak kurang lebih 10 km dari pusat kota Kulon Progo.   Di Pantai Trisik kita bisa menikmati deburan ombak laut selatan yang cukup besar, sambil menikmati wisata kuliner ikan laut dan yang lainnya.  Bagi wisatawan yang ingin membeli ikan segar disini juga tersedia karena terdapat pasar ikan.

Hadir dalam acara ini dr. H. Hasto Wardoyo. Sp. OG(K) (Bupati Kulon Progo), Camat Galur beserta jajarannya, Kapten Kav Suhana (Danramil 09/Galur), Kapolsek Galur, Kepala Desa Trisik beserta Perangkatnya dan Mahasiswa Biologi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo melepaskan ratusan ekor tukik atau anak penyu jenis penyu hijau (Chelonia mydas) di Pantai Trisik, Pedukuhan Sidorejo, Banaran, Kecamatan Galur, diikuti oleh segenap pejabat yang hadir dalam acara ini. Setidaknya terdapat 250 ekor tukik hasil penetasan dan penyelamatan yang dilakukan oleh kelompok Konservasi Penyu Abadi di Pantai Trisik yang telah berenang ke samudra untuk pertama kalinya.

Bupati Kulon Progo mengatakan pelepasan penyu kali ini merupakan rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) yang jatuh pada 27 Oktober yang dilaksanakan oleh PLN Area Yogyakarta.  Selain pelepasan ratusan ekor tukik, PLN Area Yogyakarta juga memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta  untuk mendukung upaya Konservasi Penyu Abadi dalam bentuk pembangunan infrastruktur dasar, pendampingan manajemen sampah, pendampingan manajemen kelompok konservasi, serta pendampingan sarana informasi.

Hasto berujar bahwa kondisi Pantai Trisik harus benar-benar dijaga keasliannya dan jangan terusak oleh kemajuan zaman agar penyu masih mau bertelur. Seperti diketahui bahwa penyu yang akan bertelur tak bisa diganggu oleh kondisi yang kumuh, penerangan berlebihan dan sebagainya. Upaya lain yang dilakukan untuk mendukung program Konservasi Penyu Abadi adalah membantu penyelamatan telur penyu hingga menetas. Para penyu biasanya akan mendarat di pantai dan bertelur pada bulan Juni hingga Agustus, Sehingga kami dari pemerintah harus memperhatikan di bulan-bulan itu, membantu agar angka penetasannya tinggi. Hari ini kita senang karena angka penetasannya 95 persen dari 400 telur yang dirawat dari 4 sarang.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer