BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danramil Menhadiri Launching Pelayanan KB Gratis Bagi Pasangan Usia Subur (PUS) Kab. Banyumas Tahun 2015
Danramil Menhadiri Launching Pelayanan KB Gratis Bagi Pasangan Usia Subur (PUS) Kab. Banyumas Tahun 2015

Danramil Menhadiri Launching Pelayanan KB Gratis Bagi Pasangan Usia Subur (PUS) Kab. Banyumas Tahun 2015

Kapten Inf. Untung NA Danramil 25/Purwokerto Selatan menghadiri “Launching Pelayanan KB Gratis Bagi Pasangan Usia Subur (PUS) Kab. Banyumas Tahun 2015 di RSU “Dadi Keluarga”  Jl. Sultan Agung No. 8A Purwokerto. Hadir dalam acara ini Forkompinda KAb. Banyumas , Muspika Kec. Purwokerto Selatan, Koordinator KB se-Kabupaten Banyumas, PLKB/Penyuluh KB, Ketua FK IMP Kab. Banyumas, PPKBD & Sub PPKBD se-Kec. Purwokerto Selatan. Acara dibuka langsung oleh Bupati Banyumas Ir Achmad Husen. Kamis (12/11)

Bahwasanya, program Keluarga Berencana dicanangkan dalam rangka usaha pemerintahuntuk membangun manusia Indonesia yang berkualitas. Pada dasarnya pemerintah  berkeinginan untuk membuat perubahan dari suatu kondisi tertentu kearah yang lebih  bernilai. Agar proses perubahan itu dapat menjangkau sasaran-sasaran perubahan keadaan yang lebih baik dan dapat digunakan sebagai pengendali masa depan, di dalam melaksanakan pembangunan itu perlu sekali memperhatikan segi manusianya. Karena dalam arti proses, pembangunan itu menyangkut makna bahwa manusia itu objek pembangunan dan sekaligus subyek pembangunan. Sebagai subjek pembangunan manusia harus diperhitungkan, sebab dia punya nilai dan potensi yang luar biasa. Oleh karena itu, di dalam pembangunan perlu sekali mengajak subjek tadi untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan secara berkelanjutan.

Masalah yang akan dihadapi oleh keluarga yang memiliki anak dalam jumlah  banyak, terutama yang jarak kelahirannya tidak diatur adalah peningkatan risiko terjadinya pendarahan ibu hamil pada trimester ketiga, angka kematian bayi meningkat, ibu tidak memiliki waktu yang cukup untuk merawat diri dan anaknya, serta terganggunya proses perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan kurang gizi,  berat badan lahir rendah (BBLR) dan lahir prematur (BKKBN,2007).

Dalam sambutannya Ka. BAPERMASPKB Kab. Banyumas Drs. Taefur Arafat M. Pd.I menyampaikan kaitannya dengan peran serta masyarakat dalam program tertentu, peranan tokoh masyarakat baik formal maupun non-formal sangat penting terutama dalam mempengaruhi, memberi contoh, dan menggerakkan keterlibatan seluruh warga masyarakat di lingkungannya guna mendukung keberhasilan program. Apalagi di masyarakat pedesaan, peran tersebut menjadi faktor determinan karena kedudukan para tokoh masyarakat masih sangat kuat pengaruhnya, bahkan sering menjadi tokoh panutan dalam segala kegiatan hidup sehari-hari warga masyarakat. Tingkat partisipasi warga masyarakat terhadap program tertentu merupakan landasan atau dasar utama bagi timbulnya kesediaan untuk ikut terlibat dan berperan aktif dalam setiap kegiatan program tersebut. Makna positif atau negatif sebagai hasil  partisipasi seseorang terhadap program akan menjadi pendorong atau penghambat  baginya untuk berperan dalam kegiatannya. Berbagai hal yang terjadi, dan menjadi  pengalaman yang kurang menyenangkan sering mengakibatkan warga masyarakat kurang mampu bersikap terbuka untuk secara jujur menyatakan partisipasi dan  pandangannya tentang suatu program yang diselenggarakan pemerintah. Karena sering dilandasi oleh partisipasi yang kurang positif maka keterlibatan yang ada sering merupakan partisipasi semu.

 

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer