BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danramil Salam Hadiri Panen Jagung Perdana di Seloboro
Danramil Salam Hadiri Panen Jagung Perdana di Seloboro

Danramil Salam Hadiri Panen Jagung Perdana di Seloboro

Dupont pioneer berkomitmen mendukung peningkatan produksi pangan Nasional dan bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Hal tersebut telihat saat panen jagung P30 di Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kemarin (12/11). Kristian Artanto, Teritory Leader area Magelang PT Dupont Indonesia mengatakan penanaman P30 hingga dilakukan pemanenan merupakan bukti jika Dupont mendukung program swasembada jagung, tahun 2017. “Kami bersama petani Magelang berupaya untuk meningkatkan produksi jagung, melalui program Pajale,” terangnya. Hasil panen yang dicapai melebihi target 5,6 ton/hektar  pipilan yang ditentukan yaitu sebesar 8,02 ton/hektar pipilan. Diharapkan dengan inovasi varietas dari pioneer petani terus meningkatkan hasil. ”Ketahanan pangan  di  Indonesia,  tidak  hanya  menjadi  tanggung  jawab  pemerintah, tetapi  juga harus mendapat  dukungan penuh seluruh masyarakat.  Kami  PT DuPont Indonesia, produsen benih jagung dan padi hibrida merek Pioneer, menyadari betapa pentingnya keterlibatan pihak swasta untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” paparnya. Kondisi  alam  yang  menyebabkan  musim  kemarau  yang  berkepanjangan  beberapa waktu  yang  lalu  dan  telah  menimbulkan  kekhawatiran  bagi  para  petani  akan berkurangnya ketersediaan air.  Dalam situasi ini, peningkatan produktivitas pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi tantangan yang harus diperhatikan oleh semua pihak.

”DuPont  Pioneer  selama  ini  dikenal  baik  oleh  para  Petani  sebagai  penyedia  benih jagung dan padi hibrida berdaya hasil tinggi dan memiliki toleransi terhadap kekeringan dan beberapa penyakit utama jagung, termasuk peyakit bulai,” jelasnya.  Dalam kesempatan itu DuPont juga memberikan pilihan solusi berupa produk jagunghibrida  terbaru,  P35  Banteng.  P35  Banteng  dapat  dipanen  cepat,  sekitar  100  HariSetelah Tanam (HST). Karena lebih cepat panen, jagung P35 Banteng lebih pendek masa perawatannya, biaya produksi lebih efisien.  Potensi hasil P35 Banteng mencapai12,1 MT / ha pipilan kering, dengan kualitas pipilan sangat baik berwarna merah cerah dan kadar air rendah. P35 Banteng juga memiliki  ketahanan genetis alami terhadap penyakit  bulai,  sehingga menjadi  nilai  tambah bagi  petani  karena menghemat biaya produksi. “Setelah tahu hasil dari pioneer sangat bagus, maka petani akan mengikuti pola tanamdari jagung pioneer ini,”imbunya. Koordinator BPPK Salam, Muhammad Akhlis mengatakan Kecamatan Salam sangat perpotensi sekali sebagai daerah penghasil jagung. Akan tetapi target yang ditentukan sebesar 151 hektar lahan baru terpenuhi 135 hektar saja karena ada beberapa kendala yang dihadapi  yaitu  jaringan irigasi  yang tidak berfungsi  baik,  alih fungsi  lahan dan lahan  yang  hilang  karena  dampak  erupsi  gunung  Merapi.  “Dengan  varietas  yang sesuai, meskipun lahan berkurang tapi target produksi akan tetap meningkat,” harapnya. Dalam panen perdana jagung P30 tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Ir Wijayanti MSi,  Camat Salam Indrianto dan Danramil Salam Kapten Arm Akhmad Sakir.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer