BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Danrem 071/WK dan Forkopimda Cilacap Panen Raya Padi
Danrem 071/WK dan Forkopimda Cilacap Panen Raya Padi

Danrem 071/WK dan Forkopimda Cilacap Panen Raya Padi

Danrem 071/Wk Kolonel Inf Edison, S.E., M.M. pada Sabtu (7/3) menghadiri panen raya padi dalam rangka mbangun desa untuk mensukseskan ketahanan pangan nasional di Desa Mernek Maos Cilacap.

Panen raya padi seluas 1.965 hektar masa tanam pertama dengan menghasilkan 14.344 ton dengan varietas unggul sierang, inpari, logawa, situ bagendit dan mapang P-05 dihadiri juga Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji beserta unsur Forkopimda Kabupaten Cilacap, Muspika Maos, peragkat Desa Mernek dan petani warga masyarakat Desa Mernek Kec. Maos Kab. Cilacap.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Edison, S.E., M.M. menyampaikan bahwa panen raya kali merupakan  implementasi dari kegiatan  TNI melaksanakan pemberdayaan wilayah dan membantu pemerintah daerah  dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kegiatan panen raya ini merupakan bentuk dukungan TNI AD khususnya Korem 071/Wk dalam mendukung program pemerintah tentang swasembada pangan”, paparnya.

“Dalam mendukung program pemerintah, Korem 071/Wk telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan seperti perbaikan infrastruktur (irigasi) guna mencukupi terjaminnya air bagi kebutuhan pertanian. Selain itu, benih unggul dan bermutu bagi petani, memperkenalkan jenis padi hasil temuan baru yang produktifitasnya tinggi kepada petani.  Semua itu dilakukan dalam rangka mendukung program nasional peningkatan ketahanan pangan guna mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,” ungkap Danrem.

“Indonesia harus berdiri dikaki sendiri, jangan sampai disuapi dengan impor beras, padahal di negeri sendiri masih banyak petani dan lahannnya”, tegasnya.

“Oleh karena itu, mari bekerjasama dengan TNI, TNI melalui para Babinsa yang tersebar diseluruh pelosok desa turut mendukung program ketahanan pangan. Apabila ada mafia pupuk yang mengganggu ketahanan pangan, laporkan”, sambungnya.

Sementara itu, Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan bahwa akan membatasi penjualan beras dari wilayah Kabupaten Cilacap ke luar daerah, agar petani menyimpan berasnya di lumbung padi.

“Kita batasi jangan sampai ayam mati dilumbung sendiri, apalagi Kabupaten Cilacap merupakan lumbung padi nya Jawa Tengah”, terangnya.

Bupati meminta kepada para petani untuk menghidupkan kembali lumbung-lumbung padi, hingga saat ini sudah ada 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap yang sudah menghidupkan kembali lumbung padi.

Dikatakan Bupati bahwa, pemerintah sudah mulai menyerap beras dari masyarakat melalui LDPM Pemkab Cilacap, guna mengantisipasi agar hasil produksi pangan Cilacap beralih ke daerah lain. Untuk mengantisipasinya harus bekerjasama dengan TNI, Kepolisian dan masyarakat.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer