BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danrem 071/Wk Dialog Radio Dian Suara
Danrem 071/Wk Dialog Radio Dian Suara

Danrem 071/Wk Dialog Radio Dian Suara

Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. melaksanakan kegiatan dialog Lingkar Wicara di Radio Dian Suara Purwokerto dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan berlansgung Selasa (3/11).

Dialog lingkar dihadiri juga Ketua Pepabri Banyumas L. Siswo Subroto dan Ketua LVRI Banyumas Y. Ngatiman.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 071/Wk menyampaikan bahwa kriteria kepahlawanan sudah diatur dan ketentuannya oleh Kementerian Sosial, dengan proses seleksi yang ketat dinilai dari semua unsur dan bukan dipandang dari sudut TNI.

“Sejauh mana mereka berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara, apakah dengan kelompoknya atau sendiri. Sama aturannya, dan secara tertulis ada dalam buku tersebut untuk pengusulan menjadi pahlawan”, paparnya.

“Tidak mudah, tidak gampang menjadikan sepert iitu. Akan tetapi kita semua sama untuk belajar dan duduk, untuk masuk menjadi kriteria tersebut. Yang jelas, apapun bentuknya yang bisa berjuang untuk kepentingan bangsa dan negaranya bukan kepentingan kelompoknya”, terangnya.

“Kodim sebagai garnisun nanti juga akan melihat apa jasa-jasa nya pada saat beliau masih hidup. Hal ini sebagai pertimbangan, aturan dan ketentuan layak tidaknya dimakamkan di taman makam pahlawan”, sambungya.

Sementara itu, Ketua Pepabri Banyumas yang juga purnawira TNI AU menyampaikan bahwa kesannya selama dalam masa perjuangan. Dikatakan bahwa, dalam masa perjuangan, berjuang dengan kondisi sangat minim. Pada waktu itu, angkatan udara tidak seperti angkatan darat pada waktu tersebut prajurit yang dipersenjatai, angkatan udara adalah senjata yang di orangi.

Ketua LVRI Banyumas menyampaikn bahwa sesuai dengan undang-undang nomor 15 Tahun 2012, veteran adalah warga negara Indonesia yang turut aktif dalam perjuangan melawan bangsa asing baik secara langsung maupun tidak langsung bertempur atau sebagai mata-mata atau sebagai kurir yang kemudian mendapat keputusan dari pemerintah sebagai veteran. Sesuai dengan undang-undang tersebut, veteran sudah regenerasi dengan klasifikasi yang berjuang pada tahun 1945-1949 disebut veteran berjuang yang terdiri dari siapapun yang berjuang pada waktu itu. Tahun 1961-1963 disebut juga veteran pembela pada perebutan Irian Barat, veteran Trikora dan ganyang malaysia tahun 1964-1966. Dan pada Mei 1975-Juli 1976 veteran seroja yang berjuang melawan bangsa asing di Timor Timur.

Kemudian pada pada konggres yang berlangsung di Surabaya yang menyatakan veteran 45sudah mau habis sedangkan veteran pembela masih ada 20 % memutuskan diadakannya regenerasi veteran dengan adanya veteran perdamaian baik yang masih aktif sekarang dan bertugas dibawah bendera PBB yang mendapat keputusan pemerintah.

Pada kesempatan yang lain menyinggung tentang perhatian pemerintah terhadap para veteran, Ketua LVRI Banyumas menyampaikan bahwa sudah mendapat perhatian dari pemerintah namun masih banyak veteran yang belum menerimanya. Berdasarkan data ada benarnya karena pada saat itu UU Nomor 7 Tahun 1967 veteran hanya diberi gelar saja, belum ada hal-hal lain seperti tanda kehormatan dari negara. Dengan adnya UU Nomor 15 Tahun 2012, hak-hak veteran sudah banyak diberikan pemerintah terutama pada jaman SBY yang antara lain dana kehormatan dan belakangan ini ada tunjangan veteran bagi mereka yang berhak. Apabila belum ada veteran yang belum mendapatkan agar segera mengurus administrasinya.

Menurut Danrem 071/Wk menyikapi hal tersebut, bahwa hal terebut sebagai suatu proses. Belaiu-beliau hanya memperjuangkan kemerdekaan, tanpa ada tuntutan lain-lain dengan penataan. Dikatakan pemerintah sudah berupaya menetralisir mana yang veteran pembela, seroja dan lainnya sebagai wujud kepedulian pemerintah akan jasa-jasa beliau pada masa lalu.

“Sebagai generasi penerus, saya yakin beliau-beliau hanya memerjuangkan kemerdekaan dengan satu tekad Indonesia Merdeka. Mereka berjuang tanpa pamrih untuk kepentingan bangsa dan negara serta hanya cinta bangsanya, hal ini untuk menjadikan kita sebagai keteladanan bagi kita generasi penerus bangsa”, terangnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer