BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danrem 071/Wk Dialog Sorot BMS TV
Danrem 071/Wk Dialog Sorot BMS TV

Danrem 071/Wk Dialog Sorot BMS TV

Bela negara selama ini masih ada yang pro dan kontra, mari jangan diskusikan masalah ini  akan tetapi mari kita instrospeksi diri sudahkah kita berbuat untuk bangsa dan negara ini, tegas Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. mengawali dialognya dalam “SOROT” di Banyumas TV Purwokerto.

Dikatakan bahwa salah satu dari hal-hal yang bisa kita evaluasi adalah kita sebagai warga negara tentunya mempunyai hak dan kewajiban yang sudah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945. Sudahkah dengan kewajiban sebagai warga negara kita berikan dengan sebenar-benarnya begitu pula dengan hak. Hak akan kita bisa tuntut manakala sudah melaksanakan kewajiban, kadang kita hanya menuntut haknya saja, kewajibannya mana.

Bela negara yang selama ini oleh pemerintah sampaikan, jangan sama diartikan bela negara dengan mengangkat senjata. Dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pertahanan Negara, implementasi bela negara ada empat butir yakni pendidikan kewarganegaraan, latihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit TNI, dan pengabdian seprofesi.

Dari empat butir tadi, yang sudah dilaksanakan 3 butir, yang belum dilaksanakan dalam Undang-undang ini wajib militer.

“Mestinya dengan pendidikan kewarganegaraan sudah ada melalui pendidikan PPKN, hal ini merupakan bagian bagi para siswa-siswi untuk tahu hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan belajar yang baik bagi para siswa-siswi sudah merupakan bela negara, tidak terkontaminasi kehidupan luar dan fokus belajar tentunya kedepan menjadi orang yang mempunyai sumber daya manusia yang unggul. Begitu pula dengan pengabdian seprofesi sudah disampaikan kepada mereka-mereka”, terangnya.

“Kalau negara mempunyai SDM yang unggul tentunya negara ini akan maju, karena masyarakatnya pandai, pintar, produktif. Akan tetapi sebaliknya, supaya belajar malah main dan terkontaminasi hal negatif dan akhirnya tidak bermanfaat bagi keluarganya dan lingkungannya apalagi pada bangsanya. Pengabdian seprofesi dengan bekerja dan berbuat baik dan penuh keikhlasan merupakan bagian menuju pengabdian pada bangsanya”, sambungnya.

“Generasi muda adalah aset masa depan bangsa. Dikaitkan dengan nilai-nilai kepahlawanan masa lalu, apakah generasi muda siap melanjutkan perjuangan itu yang tinggal mengisi kemerdekaan”, tegasnya.

Semua warga bercita-cita merebut aset ini yang tentunya hanya mereka-mereka yang mempunyai keinginan negatif dan positif. Keinginan negatif, mereka yang bertentangan dengan kaidah negara dan yang positif mereka yang menunjang, membangun, menjunjung, mendorong nilai-nilai negara ini.

Kalau generasi muda ini yang memenangkan aset yang negatif, maka bahaya bagi bangsa ini, akan dirongrong terus, perpecahan muncul dan bahkan mungkin ekstrimya bangsa ini akan hancur, hal ini yang paling bahaya. Oleh karena itu, kewajiban kita semua agar memenangi aset ini dan pengaruhi dan rebut aset ini, karena untuk kepentingan bangsa dan negara. Hal tersebut, merupakan bagian dari bela negara.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer