BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danrem 071/Wk Hadiri Ceramah Kampung Pancasila
Danrem 071/Wk Hadiri Ceramah Kampung Pancasila

Danrem 071/Wk Hadiri Ceramah Kampung Pancasila

Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. menghadiri Sosialisasi Gerakan Pemantapan Pancasila dan Yayasan Pengembangan Lingkungan Hidup di Desa Pekuncen Kec. Pekuncen Kab. Banyumas, Senin (8/2).

Hadir pada kesempatan tersebut selain Danrem 071/Wk, Jenderal (Purn) Tri Sutrisno Mantan Wapres RI di era Presiden Suharto, Bupati beserta Forkopimda Banyumas, para Dandim wilayah selatan jajaran Korem 071/Wk, para Kasirem dan Kabalak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk, tokoh agama, tokoh masyarakat tokoh pemuda dan warga masyarakat sekitar Desa Pekuncen.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai generasi muda sangat bangga masih ada sosok sesepuh bangsa, pelaku sejarah, yang mau turun ke desa untuk mensosialisasikan tentang bagaimana makna Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dikatakan bahwa desa mempunyai nilai strategis karena tanpa ada desa tidak ada kecamatan, kabupaten dan selanjutnya ada bangsa dan negara. “Pancasila didambakan dan dirindukan oleh kita semua, kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa karena ini adalah bagian dari proses kehidupan berbangsa dan bernegara”, terangnya.

“Kita semua mempunyai tanggungjawab, dengan kegiatan ini sebagai motivator dan penggugah semangat kita, dan tanggungjawab kita sebagai generasi muda penerus bangsa terutama bagaimana bangsa ini sepuluh tahun kedepannya”, lanjutnya.

“Kita harus mempengaruhi generasi muda tentang hal-hal positif kehidupan bangsa dan negara ini dengan melestarikan nilai-nilai Pancasila. Kita sangat yakin bahwa Pancasila adalah penyelamat bangsa. Karena tanpa ada Pancasila, tidak akan menyatukan bangsa ini”, tegasnya.

Sementara itu, Jenderal (Purn) Tri Sutrisno menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus mempunyai jatidiri, Pancasila harus benar-benar dijaga dan diamalkan serta dihayati dengan baik. Oleh karena itu, tinggalkan isme-isme yang bertentangan dengan Pancasila demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Para generasi muda harus semakin waspada dengan berbagai paham yang berkembang saat ini. Pada intinya, isme-isme, paham-paham, idiologi yang bertentangan dengan Pancasila harus ditinggalkan oleh bangsa Indonesia”, terangnya.

Karena hal ini sangat penting agar ketahanan dan kewaspadaan nasional tertap terjaga hingga sekarang. Keutuhan NKRI harus tetap dijaga oleh seluruh elemen bangsa dan negara Indonesia.

Disinggung tentang ancaman bahaya laten komunis, mantan Presiden RI tersebut menyampaikan bahwa potensi kemunculan gerakan terlarang tersebut setiap saat bisa terjadi. “Sebagai idiologi, potensi kemunculan dan bangkitnya komunisme tetaplah ada. Untuk itulah semua harus tetap waspada dan menepis munculnya gerakan terlarang tersebut”, paparnya.

Oleh karenanya, lanjutnya. Bangsa Indonesia harus terus punya jati diri. Pancasila harus benar-benar dijaga dan diamalkan dengan baik. Tinggalkan isme-isme yang bertentangan dengan Pancasila.

“Pancasila sudah jelas nilainya, jadi ide yang bertentangan dengan Pancasila seyogyanya dan seharusnya tidak ada di Indonesia. Jika itu ada, apabila ada saudara yang ikut itu maka sadarkan, ajak gabung dengan Pancasila dan kita bangun bersama bangsa dan negara Indonesia ini”, terangnya.

“Selain ajaran komunisme juga perlu diwaspadai pula gerakan radikalisme. Mari kita bersatu padu untuk mengantisipasi dan mewaspadai paham paham tersebut”, pintanya.

Gerakan pemantapan Pancasila diseluruh tanah air ini dimaksudkan untuk mengajak, menjaga dan mengamalkan serta menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa dan negara Indonesia.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer