BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danrem 071/WK Lepas Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya
Danrem 071/WK Lepas Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya

Danrem 071/WK Lepas Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya

Peleton beranting Yudha Watu Pramuka Jaya merupakan wujud penghormatan dan penghargaan kita terhadap jasa-jasa para pahlawan pendahulu, dan yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai kejuangan ditransformasikan pada setiap diri prajurit baik dalam pola tindak dan perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu Korps Infanteri, papar Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Jaswandi dalam amanatnya yang disampaikan Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. pada Upacara Pemberangkatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya Kodam IV/Dip di Monumen Pangsar Jenderal Soedirman Bantarbarang Rembang Purbalingga, Rabu (16/12).

Lebih lanjut dikatakan bahwa bagi TNI AD tanggal 19 Desember 1948 merupakan catatan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia khususnya prajurit Infanteri dalam rangka menghadapi Agresi Militer Belanda I, oleh karena itu peristiwa tersebut diabadikan TNI AD sebagai Hari Infanteri.

“Ketika itu, Jenderal Besar Soedirman melalui amanat yang dituangkan pada perintah kilat No.1/PB/D/1948, menyampaikan bahwa kita telah diserang. Pada tanggal 19 Desember 1948 angkatan perang lawan menyerang Yogyakarta dan lapangan terbang Maguwo. Pemerintah lawan telah membatalkan persetujuan gencatan senjata, semua angkatan perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan lawan. Met of Zonder Pemerintah, TNI teruskan perjuangan”, paparnya.

Dikatakan bahwa peristiwa bersejarah tersebut terjadi dikota Yogyakarta yang sekaligus memberikan pesan penting kepada kita semua bahwa dengan hanya berbekal tekad, semangat, senjata serta perlengkapan yang sangat sederhana, Tentara bersama Rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang.

“Dalam peristiwa itu, Tentara Keamanan Rakyat dapat memadukan setiap potensi serta kemampuan yang ada dengan menggunakan taktis dan strategi gerilya yang tepat dengan menggunakan prinsip-prinsip peperangan semi modern  seperti pendadakan, pemusatan tenaga, dan kesatuan komando”, lanjutnya.

Oleh karena itu, dalam rangkaian peringatan bersejarah yang penuh herisme inilah, peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dengan mengawal panji-panji/simbol Korps Infanteri dilaksanakan setiap tahunnya, guna menggelorakan semangat dan meresapi kembali nilai-nilai patriotisme para pahlawan yang tak kenal menyerah.

Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, dilandasi dengan ketulusan dan disertai kegembiraan. Jaga kekompakan, manfaatkan waktu disetiap tempat pergantian pasukan untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga nilai kemanunggalan TNI dengan Rakyat tetap terjaga dengan kokoh.

Pada kesempatan yang sama dalam jumpa persnya, Danrem 071/Wk menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan ini harapannya agar generasi muda sebegai generasi penerus harus dapat meneruskan perjuangan yang telah dilakukan para pendahulu bangsa.

“Kegiatan ini adalah kegiatan tradisi, dimana kita tidak lupa dengan apa yang telah diperjuangkan pada masa penjajahan. Dimana kita semua tahu dan sadar bahwa perjuangan ini tidak semata-mata perjuangan TNI saja, akan tetapi bersama rakyat, dibantu rakyat untuk kemerdekaan. Alangkah kecewanya manakala pendahulu kita yang sudah berjuang mengorbankan waktu, tenaga, harta dan bahkan nyawa, sementara disini hanya bertengkar/bertikai bahkan ekstrimnya terjadi perpecahan diantara kita, hal ini kita sayangkan bila memang ada seperti itu”, terangnya.

“Dengan kegiatan seperti ini, mudah-mudahan kita tahu sejarah dan generasi muda juga tahu sejarah. Dengan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan bukan hanya diucapkan dengan bersyukur, akan tetapi di aplikasikan dengan sikap perilaku dan tindakan dengan berbuat terbaik diantara generasi harus saling menghargai, hal ini endingnya untuk kepentingan bangsa dan negara”, lanjutnya

Selain hal tersebut, Danrem 071/Wk juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk para generasi muda kita, hal ini guna pembangkit semangat patriotisme dan nasionalisme.

“Kegiatan seperti ini, akan lebih baik lagi bila ada generasi mudanya seperti mahasiswa dan generasi kepemudaan. Hal ini kita lakukan agar mereka tahu tentang sejarah. Orang yang tahu sejarah, maka tidak akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengkhianati pelaku sejarah. Terkdang sekarang sudah banyak yang melakukan sejarah, terutama sejarah perjuangan bangsa. Hal ini bagian dari nguri-uri dan bagian dari memelihara betapa pentingnya sejarah bagi generasi muda untuk kepentingan bangsa dan NKRI”, terangnya.

Upacara pemberankatan peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya Kodam IV/Dip diawali dengan dilaksanakannya penyerahan simbol-simbol/panji Korps Infanteri kepada peserta peleton beranting dari satuan Infanteri Kodam IV/Dip sebagai wakil peserta peleton beranting.

Pelepasan peleton beranting ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Danrem 071/Wk dengan didampingi unsur TNI maupun pemerintah daerah Purbalingga di depan Museum Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman Bantarbarng Rembang Purbalingga.

Peserta peleton beranting ini akan menempuh jarak puluhan kilometer dengan berjalan kaki dibagi dalam beberapa etape disetiap wilayah dan secara bergantian dengan peserta lainnya. Rute peleton beranting ini dimulai dari wilayah Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Batang dan seterusnya sampai berakhir di Monumen Palagan Ambarawa. Disetiap etape juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan seperti penanaman pohon di setiap etape yang dilalui.

 

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer