BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Danrem 071/WK Ziarah dan Silaturahmi ke Keluarga Pangsar Jenderal Soedirman
Danrem 071/WK Ziarah dan Silaturahmi ke Keluarga Pangsar Jenderal Soedirman

Danrem 071/WK Ziarah dan Silaturahmi ke Keluarga Pangsar Jenderal Soedirman

Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. dan Rektor Unsoed    Dr.Ir. Achmad Iqbal, M.Si beserta civtas akademika Unsoeddan perwakilan prajurit Makorem 071/Wkmelaksanakan ziarah dan silaturahmi dengan keluarga Panglima Besar Jenderal Soedirman di Museum Sasmitaloka Yogyakarta dalam rangka Dies Natalis ke-52 Unsoed dan HUT Ke-54 Korem 071/Wk, Kamis (17/9).

“Kami kesini berziarah dan bersilaturahmi ke keluarga Pangsar dalam rangka Dies Natalis Unsoed Ke-52 dan HUT Ke-54 Korem 071/Wk, kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahunnya setiap Dies Natalis”, terang Rektor Unsoed Dr.Ir. Achmad Iqbal, M.Si pada kesempatannya jumpa pers kegiatan ziarah dan silaturahmi keluarga Pangsar Jenderal Soedirman di TMP Kusumanegara Semaki Yogyakarta.

“Kami berterima kasih kepada keluarga Pangsar Jenderal Soedirman yang telah memberikan nama Jenderal Soedirman melekat pada Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), diharapkan karakter Pangsar dapat melekat di Unsoed”, sambungnya.

Diharapkan, lanjutnya. Para lulusan Unsoed beda dengan yang lainnya paling tidak selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempunyai karakter seperti Pangsar. Soft skilnya, oleh karena itu kami harus tahu diri dengan berziarah dan bersilaturahmi ke keluarga beliau. Selain hal tersebut, kami juga berterima kasih tidak keberatannya keluarga Pangsar, nama Pangsar dipakai Unsoed.

“Bukan namanya saja akan tetapi karakter dan sifat Pangsar yang jujur, tanpa kenal menyerah dan tanpa pamrih. Akan kami wariskan kepada anak-anak para mahasiswa, karena masa depan sebagai generasi muda generasi penerus perjuangan bangsa. Untuk kepentingan bangsa dan negara”, terangnya.

Pada kesempatan yang sama dalam jumpa persnya, Danrem 071/Ek Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif, karena nilai-nilai kejuangan yang dipersembahkan oleh para pendahulu kita tanpa pamrih hanya untuk negara kesatuan Republik Indonesia yang waktu itu belum hingga sampai kemerdekaan Republik Indonesia.

Dikatakan bahwa nilai-nilai kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman banyak sekali yang harus kita lakukan. Beliau sosok militer tapi juga beliau latar belakang seorang pendidik, disamping itu juga seorang dai yang menyiarkan agama dan menyiarkan nasionalisme.

Hibul waton minal iman, cinta terhadap bangsanya karena sebagian dari iman, ini dipraktekan oleh beliau. Beliau tidak kenal menyerah, tidak kenal lelah. Sampai sakitpun beliau tetap berjuang. Negara pada saat itu hampir lumpuh, akan tetapi eksistensi Pangsar tetap bergerilya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada masih eksis.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah dengan kedatangan kita kesini untuk mengingat  jasa-jasa beliau khususnya kepada generasi muda bangsa hal ini penting karena nilai-nilai kejuangan harus diwariskan pada generasi muda bangsa. Kita tidak boleh melupakan sejarah”, terangnya.

“Kita tidak apa-apanya dengan perjuangan Pangsar, akan tetapi kita harus tahu perjuangan beliau yang tidak kenal lelah, yang rela mengorbankan jiwa dan raganya. Harapannya kepada para generasi muda yang ada di Unsoed khususnya para mahasiswa dan dibekali seorang pemimpin-pemimpin yang ada di Unsoed mempunyai komitmen yang sama untuk memperjuangkan apa yang dicita-citakan Pangsar. Harapannya warisan beliau harus tetap diteruskan tanpa ada pamrih apa-apa hal ini untuk kepentingan bangsa dan negara”, tukasnya.

“Terbentuknya karakter juga bisa dari disini, nilai-nilai kebangsaan juga dari sini, nilai-nilai pendidikan juga dari sini. Ini awal yang hatus dilakukan agar Unsoed dan Korem 071/Wk sama-sama membaur walaupun beda tugas akan tetapi mempunyai visi yang sama untuk bangsa dan negara”, sambungnya.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer