BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Festival Baturaden Tahun 2016 Berlangsung Meriah
Festival Baturaden Tahun 2016 Berlangsung Meriah

Festival Baturaden Tahun 2016 Berlangsung Meriah

Grebeg Sura dan lomba tenong dalam rangka Festival Baturraden 2016 yang dilaksanakan Minggu (30/10/2016) kemarin berlangsung meriah dengan diikuti oleh ribuan peserta dari 12 desa penyangga Pariwisata Baturraden Banyumas, menampilkan berbagai kreatifitas kesenian dan budaya masing-masing bertempat di Lokawisata Baturaden.

Peserta festival menempuh jarak 2 Km yang dimulai dari Bumi Perkemahan Wana Wisata Baturaden yang dilepas oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein,  Danramil 02/Baturaden Kapten Inf Ruswanto, Forkopimda Banyumas, berserta undangan lain dari SKPD dan tokoh masyarakat menunggu di panggung.

Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein menyambut baik kegiatan ini, yang sudah berjalan selama 17 tahun. “Kedepan ini harus lebih meriah, dengan menampilkan tradisi yang hampir punah dan penampilan kreasi baru untuk menjadikan Wisata Budaya Banyumas” ajaknya.

Ketua Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturaden (PMPB) Asong Supriyono mengatakan bahwa gelaran Festival Baturraden merupakan yang ke 17 kalinya. “Kegiatan kali ini diikuti oleh sekitar 2 ribu pendukung acara, mereka berasal dari 12 desa, masing-masing mengirimkan 100-200 orang yang menampilkan kreatifitas kesenian dan budaya dengan disaksikan puluhan ribu penonton yang memadati kawasan sepanjang jalan Wisata Baturaden” jelas Asong.

Asong menjelaskan bahwa prosesi kirab diawali dengan iring-iringan rombongan pembawa rontek dan layur dari karang taruna Baturraden diikuti sarana grebeg sura yang terdiri Ancak Gunung yang berisi hasil bumi beserta tumpeng tiga warna, kemudian gelar seni dari padepokan kesenian “Cowong sewu” pimpinan Titut Purwanto, barisan 100 ibu-ibu pembawa tenong baru rombongan dari 12 desa penyangga wisata di Baturraden. “Ancak Gunungan ini diakhir prosesi pawai arak-arakan budaya menjadi rebutan para pengunjung” kata Asong.

Diantara rombongan kesenian dan budaya tersebut yang paling menarik adalah ketika rombongan yang terdiri dari ratusan ibu-ibu membawa Tenong (tempat makan terbuat bambu berbentuk bulat) yang berisikan takir yang berisikan nasi dan lauk serta gunungan yang terbuat hasil bumi berukuran besar dan tumpeng tiga warna yang membuat orang penasaran ingin melihat dari dekat.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer