BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / FKUB Kab. Brebes Selenggarakan Sarasehan
FKUB Kab. Brebes Selenggarakan Sarasehan

FKUB Kab. Brebes Selenggarakan Sarasehan

Brebes, Sarasehan dalam rangka menjaga Kondusifitas Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang di selenggarakan oleh FKUB Kab. Brebes bertempat di Gedung Korpri alamat Jl. MT Haryono   Kec/Kab. Brebes. Kamis (04/08/2016).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati brebes Hj. Idza Priyanti, SE, Ketua FKUB Propinsi  Dr. Mujahidin Tohir, Forkompinda Kab. Brebes, Ketua FKUB Kab. Brebes KH. Ahmad Said Basalamah, Para  Danramil  Kodim  0713/Brebes, Kapolsek se Kab. Brebes, Camat se Kab. Brebes, Perwakilan masing-masing agama baik Islam, Hindu Budha, Kristen dan Konghucu dan Etnis Tionghoa, Kepala Sekolah se Kab. Brebes

Ketua FKUB Kab. Brebes KH Syeh Ahmad Said Bassalamah dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kab. Brebes yang telah bersedia memberikan waktu dan tempat sehingga dapat terselenggara acara sarasehan ini.  Alhamdulilah pada hari kita bersama – sama  dapat mendengarkan pencerahan dari FKUB propinsi sekaligus sebagai nara sumber sehingga kita ke depan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dalam terjun ke masyarakatKab. Brebes. Saya harapkan agar bapak bapak semua dapat mempedomani semua arahan bimbingan baik dari nara sumber ataupun aparat penegak hukum yang hadir di sini.

Dalam penyampaiannya, Wakapolres Brebes Kompol Drs. Mashudi mengajakuntuk sama saling menjaga dan memahami beberapa konflik yang terjadi di indonesia yang di picu oleh masalah agama. Kejadian di Tanjungbalai jangan sampai terjadi di wilayah kab.brebes,peran pemerintah, FKUB itu sangatlah penting, sehingga Kab. Brebes dapat mencegah semua konflik yang mungkin akan terjadi.

Peran Muspika sangatlah penting dalam kehidupan sehari hari, karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga/masyarakat, seperti contoh warga moci sambil ngobrol-ngobrol  dengan anggota kecamatan, Babinsa ataupun Babinkamtibnas, sehingga semua kegiatan, masalah dapat bisa kita cegah dan tidak akan meluas yang lebih besar. Upayakan kedepan nanti dalam setiap pendirian sarana ibadah agar mengantongi ijin dari pemerintah,sehingga nantinya tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Pedomani setiap isu-isu penyebab terjadi konflik seperti contoh perkawinan beda agama,perayaan hari raya agama dll dalam hal hal semua itu harus di pedomani jangan sampai menimbulkan konflik sosial kesenjangan antar umat beragama.

Jangan mudah terpengaruh dan mudah terprovokasi  setiap adanya kejadian yang melibatkan kegiatan agama. Kita harus bisa deteksi dini dan memetakan setiap permasalahan agar semua wilayah bisa kondusif,dan setip masalah kalau bisa di selesaikan di tingkat RT, RW dan maksimal kelurahan jangan sampai ke kecamatan, sehingga masyarakat bisa adem tentrem dan mencari nafkah dengan nyaman sesuai dengan bidangnya masing masing.

Dan juga Ketua FKUB Propinsi Jateng Dr. H. Mujahidin Tohir menyampaikan Agama apapun setelah turun ke bumi intinya kita tinggalkan operleting,harus pedomani setiap ajaran ajaranya. Disinilah di butuhkan konsep bertoleran,butuh perasaan sehingga semua manusia tidak akan terjadi perselisihan/bentrokan walaupun berbeda agama.

Agama itu tidak ada yang mencari keuntungan,semua ajaran agama itu baik,tidak ada konsep yang mengajarkan untuk memusuhi,atapun yang lainnya. Kita akan religius kalau kita memandang sikap perilaku Rasullah. Agama apapun turun ke bumi itu melalui proses,suatu contoh islam, turunya kitab suci al qur’an itu melalui suatu contoh sifat kebenaran begitu juga dengan kitab suci yang lainnya.

Setiap agama pasti benar bagi pemeluknya, sehingga kewajiban setiap umatnya wajib beribadah serta mempedomani kitabnya, sehingga tidak mungkin lagi terjadi pertengkaran/perselihan antar umat bergama. Pedomani setiap arti makna setiap kebenaran atas dasar komitmen, adat istiadat yang ada lingkungan masing masing. Jangan pernah menganggap setiap orang kalau berbeda agama dengan diri kita itu berarti orang tersebut salah. Setiap orang harus mengamalkan semua ajaran agama masing masing dan jangan saling membeda bedakan setiap ajaran agama yang ada di negeri kita. Saya menyarankan agar di buat komitmen ketahan sosial di tingkat bawah sehingga masyarakat tidak terprovokasi setiap ada ajaran agama yang masuk ataupun perbedaan ajaran agama yang ada di negara kita.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer