BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Forkopimda Gandeng FKUB Gelar Rakor Wujudkan Kamtibmas Kondusif Di Kabupaten Rembang
Forkopimda Gandeng FKUB Gelar Rakor Wujudkan Kamtibmas Kondusif Di Kabupaten Rembang

Forkopimda Gandeng FKUB Gelar Rakor Wujudkan Kamtibmas Kondusif Di Kabupaten Rembang

Rembang-Pasca terjadi kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai Sumatera Utara pada Jum’at (29-07-2016) malam lalu yang mengakibatkan beberapa Vihara dan Klenteng dibakar disikapi oleh Forkopimda Kabupaten Rembang menggelar rakor koordinasi menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) membahas terjaganya kondusifitas wilayah Rembang.

Kegiatan yang dihelat bertempat aula Mapolres Rembang pada Rabu (4/8/2016) mengundang tokoh agama, tokoh masyartakat, elemen masyarakat, ormas/LSM dan media.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto dalam kegiatan tersebut menyampaikan rakor diadakan untuk membahas kejadian kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai Sumatera Utara belum lama ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi di wilayah Kabupaten Rembang. Keragaman suku, agama dan budaya di Indonesia harus senantiasa dijaga kerukunannya demi terciptanya situasi yang aman dan nyaman.

Lanjut AKBP Sugiarto toleransi antar umat beragama di Indonesia sudah diakui Internasional sehingga kerukunan antar umat harus senantiasa dilestarikan, Disampaikannya Forkompimda, FKUB, tokoh agama dan masyarakat adalah tiang penyangga konstruksi sosial di tengah kehidupan masyarakat, untuk itu perlu saling koordinasi, komunikasi, bersinergi dan solid untuk mencipatakan situasi aman dan tentram.

Selain itu AKBP Sugiarto juga menitipkan pesan kamtibmas kepada para
tokoh agama yang turut hadir dalam acara rapat koordinasi untuk disampaikan kepada masyarakat, umat dan jemaatnya supaya lebih bijaksana dan arif dalam menyikapi isu-isu yang berkembang. Terutama berita atau pesan yang dikirim melalui media sosial seperti facebook, twitter, whatsapp, blackberry messenger dan lainnya.

Dandim 0720 /Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady Sip dalam sambutannya menyampaikan
bahwa semua warga berlindung pada tempat yang sama yaitu dalam tenda NKRI dan jangan sampai terkoyak karena konflik sosial antar umat beragama. Apabila tenda pemersatu ini sampai roboh maka semua penghuninya yang heterogen dari suku, agama, ras, antar golongan yang berbeda akan menerima dampaknya dimungkinkan muncul konflik yang menimbulkan kesesengsaraan yang dirasakan semua warga.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer