BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Gubernur Akmil Hadiri Peresmian Museum BPK RI
Gubernur Akmil Hadiri Peresmian Museum BPK RI

Gubernur Akmil Hadiri Peresmian Museum BPK RI

Akmil – Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Arif Rahman, menghadiri peresmian Renovasi Museum Badan Pemeriksa Keuangan, Peluncuran Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) dan Aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL) yang terletak di dalam kompleks rumah Residen Kedu di jalan Diponegoro No 1, Magelang. Museum ini didirikan untuk mengabadikan sejarah perkembangan Badan Pemeriksa Keuangan (disingkat BPK) yang dimulai dari kota Magelang berdasarkan APenetapan Pemerintah RI No. 11/Oem tanggal 28 Desember 1946. Pada waktu pertama kali dibentuk BPK hanya mempunyai pegawai 9 orang dengan R. Soerasno sebagai Ketua, Djunaedi sebagai Sekretaris dan Dr. Aboetari sebagai Anggota. Di gedung yang sekarang menjadi Museum Badan pemeriksa Keuangan inilah pertamakalinya BPK memulai aktivitasnya. Gedung ini ditempati mulai 1 Januari1947 hingga tahun 1948, hadir pada kesempatan itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, S.H.,M.IP., para pejabat eselon BPK, Forkompimda Jateng dan magelang. Senen (09/01). .

Museum ini diresmikan pada tanggal 4 Desember 1997 oleh Ketua BPK pada waktu itu Prof. DR. JB Sumarlin. Koleksi yang ada berupa lambang-lambang organisasi dari tahun 1961 sampai sekarang, buku-buku laporan hasil pemeriksaan, foto-foto ketua-ketua BPK dan aktivitas organisasi, patung setengah badan R. Soerasno (ketua BPK yang pertama), peralatan kantor, lukisan batik berukuran 275 cm X 690 cm yang menggambarkan misi dan tugas konstitusional Badan Pemeriksa Keuangan.

Museum BPK ini diharapkan mempunyai arti yang penting dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa serta memberikan informasi dan gambaran tentang perjalanan sejarah BPK kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam perkembangannya, museum ini ingin menyampaikan kerja BPK yang profesional, efektif, efisien dan modern dalam upaya mengemban misi yang diamanatkan dalam UUD 1945, untuk mewujudkan kesempurnaan tanggung jawab keuangan negara. “ Renovasi gedung museum BPK dengan konsep modern, diharapkan agar para pengunjung museum bisa memanjakan panca inderanya untuk menikmati koleksi yang di sajikan dan untuk menghilangkan kesan seram dan angker, sehingga museum BPK bisa menjadi sarana belajar untuk mengenal sejarah dan tempat rekreasi dengan fasilitas game atau permainan tentang kegiatan BPK ’’. Tegas Ketua BPK.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer