BERITA TERBARU
Home / Berita Satuan / Jelas Pilbup, Aparat di Kota Demak Menggiatkan Operasi untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan
Jelas Pilbup, Aparat di Kota Demak Menggiatkan Operasi untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan

Jelas Pilbup, Aparat di Kota Demak Menggiatkan Operasi untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan

Sebanyak 287 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek diamankan Anggota Kodim 0716 Demak,Polres Demak serta Satpol PP dalam Rangka Operasi gabungan Yustisi dari sejumlah tempat. Hal itu untuk menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang penyakit masyarakat (pekat), maka minuman beralkohol dilarang keras beredar di wilayah Demak.. Razia yang dipimpin Kasi Penegakan Perundangan, Lilik Handoyo., memulai penelusuran dari Jln Semarang Purwodadi, hingga daerah Mintreng, Kecamatan Kebon Agung.Selasa(13/10/2015)

Puluhan warung didatangi. Namun hanya 2 Kafe warung yang kedapatan menjual miras. Sebelum melakukan razia, dikatakan Lilik, pihaknya telah menyurati kelurahan maupun kecamatan. “Kami lakukan pemberitahuan sebelum melakukan razia.

Target operasi adalah warung-warung yang ada di pinggir jalan dan terkadang buka hingga larut malam,” ucapnya. Saat razia, tak jarang pemilik warung mengaku tidak menjual minuman beralkohol. Nyatanya, setelah dilakukan pemeriksaan, banyak ditemukan botol miras. “Saya tidak jualan yang begituan (miras, Red.) Pak,” ucap salah satu pemilik warung yang ikut terjaring.

Sementara itu di tempat yang lain Kasatpol PP Demak, Yulianto mengatakan, sekarang ini banyak penjual miras yang makin lihai untuk menyembunyikan miras jualan mereka. Dalam operasi miras misalnya, ditemukan miras disembunyikan ditempat yang jauh dari toko milik penjualnya. Barang tersebut baru akan diambil jika ada orang yang memesan. “Itu pun pemesan sudah kenal dulu dengan penjual tersebut,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, modus tempat jualan juga berbeda. Bila sebelumnya dijual dengan botol khas miras, namun kini penjual sudah menyamarkan miras tersebut dalam botol air mineral serta kemasan teh botol. Selintas, botol yang dijadikan tempat miras itu biasa saja. Namun, setelah dicek ternyata didalamnya berupa miras oplosan. Tak hanya itu, modus penjualan miras juga dilakukan dengan cara menggunakan mobil yang dimodifikasi. Ini seperti yang ada di wilayah Mranggen. “Didalam mobil tersebut sekilas hanya tampak menjual minuman biasa. Tapi, setelah digeledah semua, dibagian bawah mobil ada tumpukan miras,” imbuhnya didampingi Kasi Penegakan Perundangan, Lilik Handoyo.

Saat operasi di Mranggen, petugas sempat terkecoh dengan penjual miras dengan mobil modifikasi tersebut. Saat mobil tersebut didatangi, para penjual miras lain yang juga menjadi target operasi sudah bubar duluan. Namun, Satpol PP berhasil menyita miras saat menjalankan yustisi di Kecamatan Kebonagung.

Miras didapatkan dari sebuah karaoke yang berada di Desa Werdoyo, Kecamatan Kebonagung. Yaitu, barang bukti (BB) yang disita berupa 56 botol minol (minuman beralkohol) dengan kadar alkohol 19,63 persen. Kemudian, 38 botol minol angker bir, 8 botol arak, 30 liter jerigen besar dan 45 botol miras oplosan. Di wilayah Dempet, Satpol PP berhasil menyita 2 botol minol, 1 botol arak.

Kasatpol PP Yulianto menegaskan, dengan terbitnya Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang penyakit masyarakat (pekat), maka minuman beralkohol dilarang keras beredar di wilayah Demak. Karena itu, bagi warga yang nekat menjual miras atau minol akan dikenai sanksi berat, yakni ancaman hukuman penjara selama 3 bulan dan atau denda Rp 50 juta.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer