BERITA TERBARU
Home / Uncategorized / Kodam IV/Diponegoro Dan PT. Phapros Menanam 10.000 Mangrove di Pantai Maron
Kodam IV/Diponegoro Dan PT. Phapros Menanam 10.000 Mangrove di Pantai Maron

Kodam IV/Diponegoro Dan PT. Phapros Menanam 10.000 Mangrove di Pantai Maron

Kodam IV/Diponegoro bekerjasama dengan PT. Phapros melaksanakan penanaman sebanyak 10.000 mangrove di di Pantai Maron Semarang (23/8). Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo mengharapkan penanaman mangrove di lahan milik TNI seperti ini dapat terus dilanjutkan dan melibatkan banyak pihak sebagai bentuk upaya penghijauan di kawasan pesisir pantai.

“Semua lahan milik Kodam IV/Diponegoro yang ada di Semarang, Cilacap, Kebumen, dan Kendal silahkan ditanami untuk penghijauan dan terintegrasi dengan pariwisata, sekaligus untuk mengurangi abrasi,” jelas Mayor Jenderal TNI Sunindyo.

Penanaman mangrove di wilayah Jateng perlu diperluas, karena abrasi terus terjadi setiap tahun  di pantai utara maupun pantai selatan.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Jawa Tengah Bapak Bowo Suryoko yang turut hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, Penanaman mangrove perlu terus digalakkan karena dapat mencegah abrasi pantai, erosi, dan pencemaran lingkungan di sekitar pantai.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Jateng, luas ekosistem mangrove di Jateng mencapai 58.905,98 hektare (ha). Luas itu terbagi menjadi dua kawasan, yakni di dalam kawasan hutan seluas 16.309,60 ha, sedangkan di luar kawasan hutan mencapai 42.596,29 ha.

“Untuk yang luar kawasan hutan, yang masih bagus sekitar 26.000 ha, sisanya masih buruk,” ungkap  Kepala Dinas Kehutanan Jawa Tengah.

Menurutnya, daerah yang ekosistemnya masih bagus itu, di antaranya Rembang, Pemalang, Pekalongan, Jepara, Kendal, Demak.

Penanaman itu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, namun perlu keterlibatan pihak-pihak lain dalam penanaman ini. Direktur Utama PT Phapros Bapak Iswanto mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen melestarikan lingkungan, terutama menahan laju abrasi di daerah pesisir pantai.

“Penanaman mangrove dilakukan di Pantai Maron karena di lokasi ini setiap tahunnya mengalami abrasi hingga 50 meter, sehingga apabila dibiarkan akan mengancam keberadaan landasan pacu Bandara Internasional Ahmad Yani yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer,” jelas Direktur PT Phapros.

Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program “Go Green”yang telah digalakkan PT Phapros sejak 2011. Hingga saat ini sudah ada 380.000 mangrove yang ditanam oleh perusahaan yang bergerak di bidang farmasi tersebut.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer